Esai
-
Puisi, Manusia, dan Mesin
“Mesin, berikan kartu nasibku hari ini” (Sungai Mississippi, Frans Nadjira) Ada masa ketika puisi hanya lahir dari keheningan.…
Selengkapnya » -
Bincang Hangat bersama Dhalang Poer: Cermin Reflektif Peradaban
MADIUN, 7 November 2025. Taman Joglo Kutho Miring di Demangan, Kota Madiun, menjadi ruang perjumpaan yang melampaui sekadar hiburan. Di…
Selengkapnya » -
Resonansi dari Kota yang Bersemi
MADIUN, kota yang selama ini lebih akrab dengan riwayat sejarah dan aroma pecel spesial dari dapur tradisi, tengah bersiap menyambut…
Selengkapnya » -
Ketegangan Abadi: Harapan Sejati di Tengah Deru Mesin Peradaban
“Every moment existence confronts us with the alternatives of resurrection or death; every moment we give an answer. This answer…
Selengkapnya » -
Telaah Sajak Sitor Situmorang: Sungai dalam Tatapan Cinta dan Maut
Sungai, seperti sebentuk batas. Seperti baris-baris waktu, hulu pengembaraan. Pengembaraan yang jauh atas cinta dan maut. Kata masih sendiri, wajah…
Selengkapnya » -
Riwayat Be Bedu di Danau Batur*
KISARAN awal tahun 1980 hingga akhir 1990, kakek saya dari garis ibu memutuskan menjadi nelayan di Danau Batur. Ia menggarap…
Selengkapnya » -
Dialog yang Menghapus Batas-batas Surga
ADA sesuatu yang menenangkan dari hujan yang turun di Jalan Slamet Riyadi pada Minggu sore, 19 Oktober 2025. Hujan itu seperti…
Selengkapnya » -
BALI JADI MESIN
“Bali adalah mesin…”. Ungkapan penting ini mengemuka secara tidak langsung dalam forum Balinomics di Denpasar, Bali, Sabtu, 17 Oktober 2025.…
Selengkapnya »









