TABANAN, Balipolitika.com-
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan diwarnai adu fisik penuh gelak tawa antara dua pilar pemerintahan daerah. Tim legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan berhasil menumbangkan ketangguhan tim eksekutif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan dalam duel sengit lomba tarik tambang di Lapangan Alit Saputra, Jumat (7/8/2026) pagi.
Pertandingan persahabatan antar-pejabat ini dipicu oleh celetukan spontan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang bertindak langsung sebagai pemandu acara di tengah lapangan. Mengetahui ada sepuluh wakil rakyat yang hadir di lokasi, Sanjaya langsung menantang jajaran dewan untuk menguji kekuatan melawan barisan pejabat birokrasi.
Menerima tantangan terbuka tersebut, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa langsung memimpin sembilan koleganya turun ke arena pasir. Di kubu seberang, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga maju mengomandoi barisan pejabat eksekutif.
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, membeberkan bahwa adu kekuatan ini lahir murni dari spontanitas guna mencairkan suasana protokoler antar-lembaga.
“Pak Bupati tanya berapa anggota yang ke sini. Saya bilang sepuluh (orang). Ayo tarung. DPRD lawan eksekutif,” beber Arnawa seraya menceritakan awal mula pertandingan tersebut.
Sejumlah legislator tampak antusias berjibaku menarik tambang, di antaranya Anak Agung Sagung Ani Ariani, I Putu Desta Kumara, I Wayan Eddy Nugraha Giri, hingga I Wayan Widnyana. Di bawah sorak sorai ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan warga yang memadati pinggir lapangan, tim dewan akhirnya sukses menyentak tali dan memaksa kubu eksekutif terseret melewati batas garis tengah.
Usai memastikan kemenangan, Bupati Sanjaya langsung merogoh kocek pribadi dan mengucurkan bonus tunai sebesar Rp1 juta secara spontan kepada tim dewan di hadapan penonton.
“Langsung kami bagi-bagi di tempat ke anggota yang ikut tarik tambang,” tutur Arnawa singkat.
Arnawa memaparkan, partisipasi jajarannya bukan semata memburu gengsi kemenangan atau hadiah di lapangan, melainkan menjadi instrumen efektif untuk merawat harmoni politik serta menyolidkan komunikasi kerja dengan pemerintah daerah.
“Selain untuk memeriahkan perayaan tujuh belasan, ini juga untuk membangun dan merawat kekompakan. Baik di antara anggota DPRD, staf Sekretariat DPRD, dan jajaran eksekutif,” pungkasnya. (BP/CHA).














