SEMANGAT KEBANGSAAN: Kesbangpol Badung Gelar Lomba Baca Puisi dan Pidato, pada tanggal 24 dan 25 Juni 2026, upaya menanamkan semangat kebangsaan Bung Karno sebagai pendiri bangsa.
BADUNG, Balipolitika.com- Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung menyelenggarakan Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno kepada generasi muda.
Lomba ini bertujuan untuk mengenang jasa, pengorbanan, serta nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan oleh Bung Karno, pendiri bangsa Indonesia, agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui seni tutur dan sastra, para pelajar diajak memahami pemikiran serta semangat kebangsaan yang menjadi fondasi berdirinya Indonesia.
Acara dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, S.Sos., yang dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan gembira atas tingginya antusiasme para peserta. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pelajar menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan masih tumbuh kuat di kalangan generasi muda.
Puluhan siswa tingkat SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Badung turut ambil bagian dalam kedua cabang lomba tersebut. Mereka tampil dengan penuh percaya diri, menyampaikan pidato dan membacakan puisi bertema perjuangan, persatuan, serta kecintaan terhadap tanah air. Antusiasme peserta mencerminkan hadirnya generasi muda yang tangguh, inspiratif, dan berprestasi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Lomba Baca Puisi dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Ida Ayu Gita Phalasukma, Moch Satrio Welang, dan Wayan Sugiarta. Sementara itu, Lomba Pidato menghadirkan dewan juri Kadek Dwita Apriani, Agus Putra Mahendra, dan I Wayan Suardana.
Mewakili dewan juri Lomba Baca Puisi, aktor teater Moch Satrio Welang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba seperti ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang penting bagi anak-anak bangsa untuk mengenal lebih dekat sosok Bung Karno sebagai inspirasi, sekaligus memahami nilai-nilai perjuangan, kemanusiaan, dan kebangsaan yang diwariskannya.
“Baca puisi bukan hanya soal teknik vokal atau penghayatan, tetapi bagaimana peserta mampu menghadirkan kembali semangat yang terkandung dalam setiap kata. Ketika generasi muda mengenal Bung Karno melalui sastra, mereka sedang belajar mencintai bangsanya dengan cara yang lebih mendalam,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, Kesbangpol Kabupaten Badung berharap semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air terus tumbuh di kalangan pelajar. Seni dan budaya diharapkan menjadi media yang efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat serta siap melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.(luc/bp)













