Balipolitika.com- Timnas Portugal memiliki misi sulit di pentas Piala Dunia 2026 ini. Faktor utamanya, ialah beban dari sang mega bintang, Cristiano Ronaldo atau CR7. Tahun ini, kontestasi tertinggi si kulit bundar itu, diprediksi menjadi pentas terakhir bagi mantan pemain Manchester United dan Real Madrid tersebut.
Ronaldo memiliki niat besar, agar bisa membawa negaranya menjuarai kasta paling bergengsi sepak bola. Maklum saja, rival sejati yang sering disandingkan dengannya, Lionel Messi sudah pernah mencicipi trofi Piala dunia, pada ajang empat tahun tersebut.
Tim nasional Portugal memburu trofi perdana mereka pada turnamen Piala Dunia 2026. Kejuaraan sepak bola terakbar ini berlangsung resmi di tiga negara. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama. Aturan FIFA menetapkan kompetisi bergulir mulai Juni ini.
Beban sejarah membayangi. Selecao das Quinas julukan Timnas Portugal, belum pernah mencicipi takhta juara dunia sejak edisi 1966. Prestasi terbaik mereka hanyalah peringkat ketiga. Tragis memang.
Kapten tim Cristiano Ronaldo kini menginjak usia 41 tahun. Ini panggung dunia keenam baginya. Rekor baru siap tercipta dari kolaborasinya dengan kawan-kawan di lapangan hijau. Targetnya Ronaldo jelas. Ia berusaha menyamai pencapaian rival abadi Lionel Messi yang juara di Qatar 2022 silam.
Pelatih Portugal Roberto Martinez mengakui, bahwa tim asuhannya sangat realistis dan terkesan enggan jemawa. Portugal hanya memiliki status juara UEFA Nations League 2025. Portugal akan berada di Grup K.
Mereka satu grup dengan Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan. Seharusnya ini menjadi sangat mudah. Pertandingan pertama dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Kongo menjadi tim pertama yang akan dihadapi.
Portugal menggunakan pola ofensif 4-3-3. Fromasi itu menjadi skema andalan Martinez di lapangan. Strategi ini bertumpu pada kemewahan lini tengah. Skuad mereka sangat menakutkan. Racikan taktik ini diprediksi akan menjadi pesaing kekuatan tim unggulan lainnya.
Vitinha dan Joao Neves menjadi motor penggerak utama permainan tim. Chemistry duo PSG ini sudah sangat matang. Lawan wajib waspada. Terlebih, Neves baru saja mengangkat trofi Liga Champions Eropa.
Meskipun di sisi lain, kondisi fisik Ronaldo tetap memicu perdebatan panas pengamat bola. Faktor usia tidak bisa bohong. Performa sang mega bintang menurun drastis. Martinez wajib objektif menentukan komposisi pemain utama.
Uji coba melawan Chile dan Nigeria menjadi parameter final kesiapan skuad. Sang arsitek memantau ketat grafik fisik pemain. Evaluasi total segera dilakukan.
Pada akhirnya, pembuktian sesungguhnya ada di lapangan hijau Amerika Utara. Menang atau pulang tanpa gelar lagi. Begitu saja. (BP/CHA).












