BALI, Balipolitika.com – Kasus tabrak lari di Jalan Cokroaminoto, Denpasar, menyebabkan pemuda 22 tahun meninggal dunia. Satlantas Polresta Denpasar pun, bergerak melakukan penyelidikan intenstif atas kejadian 31 Mei 2026 itu.
Pihak kepolisian menegaskan, tidak akan membiarkan pengemudi truk yang kabur tersebut melenggang bebas setelah melindas korban hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Lantas Polresta Denpasar, AKP Mohammad Bhayangkara Putra Sejati, memberikan penjelasan mengenai perkembangan kasus ini menyatakan bahwa jajarannya tengah melakukan pengembangan penuh di lapangan untuk mengejar sopir truk yang melarikan diri tersebut.
“Untuk kejadian di Jalan Cokroaminoto, penanganannya saat ini kami masih lakukan pengembangan secara mendalam. Tim fokus terkait masalah pengejaran sopir truk yang melarikan diri setelah kecelakaan tersebut,” ujar AKP Mohammad Bhayangkara Putra Sejati.
Dalam proses perburuan ini, AKP Bhayangkara mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sempat menemui tantangan teknis di sekitar lokasi kejadian. Beberapa kamera pengawas yang berada di titik penting ternyata dalam kondisi tidak berfungsi. Meski demikian, kendala tersebut tidak menyurutkan langkah petugas untuk melacak jejak pelaku.
“Kami sudah melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi. Memang ada kendala terbatasnya CCTV karena beberapa kamera di situ ada yang mati. Tetapi kami tidak tinggal diam dan tetap melakukan pengembangan dari petunjuk-petunjuk lain,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara dan pencocokan visual, pihak kepolisian kini telah berhasil mengidentifikasi jenis kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut. Kendaraan yang menyenggol dan melindas korban merupakan sebuah truk dengan bak terbuka, bukan truk boks.
“Identitas kendaraan sementara yang kami kantongi adalah truk terbuka. Petugas di lapangan masih memetakan arah pelariannya setelah sesaat meninggalkan TKP,” tambah Kasat Lantas.
Mengenai detail rute pelarian, maupun titik koordinat yang kini menjadi fokus pengejaran, AKP Bhayangkara memilih untuk belum membeberkannya demi kelancaran strategi penyelidikan yang sedang berlangsung di lapangan.
“Kalau untuk arah penyelidikan dia lari ke mana, nanti tunggu dulu. Kalau sudah ada hasil koordinasi dan titik terangnya, baru akan kami sampaikan ke publik,” tuturnya.
Saat ini, proses perburuan sopir truk tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Gakkum Satlantas Polresta Denpasar, bersama tim opsnal yang disebar ke beberapa titik strategis.
“Intinya tidak ada kendala berarti yang menghentikan proses ini. Kanit Gakkum masih terus memimpin pengembangan di lapangan. Insyaallah, mudah-mudahan asungkara kasus ini bisa segera terungkap dan pelakunya dapat kami amankan,” tegas AKP Bhayangkara. (BP/OKA)




