DENPASAR, Balipolitika.com– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Raya (DPD) Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau akrab disapa De Gadjah memimpin korve aksi bersih-bersih sampah di Pantai Padanggalak, Kesiman Petilan, Denpasar, Bali, Sabtu, 14 Maret 2026 pagi.
De Gadjah diikuti ratusan relawan berbekal atribut bersih-bersih menenteng kampil, sapu lidi, memungut sampah yang terdampar di bibir pantai berpasir hitam itu.
Sampah-sampah yang terkumpul puluhan karung itu selanjutnya dinaikkan ke truk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar.
De Gadjah mengatakan aksi sosial bersih-bersih ini merupakan agenda rutin setiap minggu dan kali ini diadakan di Pantai Padanggalak, Kesiman Petilan, Denpasar.
“Sing kedas sing mulih (tidak bersih tidak pulang, red),” ujar De Gadjah.
Menurut De Gadjah, moto tersebut diinisiasi para remaja yang terlibat dalam kegiatan bersih-bersih ini.
Sing Kedas Sing Mulih menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, khususnya di kawasan pantai yang kerap terdampak kiriman sampah.
“Anak-anak yang membuat slogan itu. Artinya kalau belum bersih tidak pulang. Mereka melakukannya dengan senang hati dan penuh semangat,” ujarnya
De Gadjah menambahkan aksi sosial ini merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto agar seluruh kader aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kader Gerindra didorong untuk rutin melakukan kegiatan bersih-bersih, tidak hanya di tempat umum tetapi juga di lingkungan rumah masing-masing.
“Minimal seminggu sekali kader harus melakukan kegiatan bersih-bersih. Kita mulai dari halaman rumah sendiri, lingkungan sekitar, hingga tempat umum seperti pantai,” ujarnya ditemui di lokasi kegiatan.
De Gadjah menegaskan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin setiap minggu dengan melibatkan kader di berbagai daerah di Bali.
Ia menyebut aksi bersih-bersih tersebut merupakan instruksi langsung dari DPP Partai Gerindra kepada seluruh jajaran DPD hingga DPC.
“Sejak ada instruksi itu, teman-teman kader mulai bergerak setiap minggu melakukan kegiatan bersih-bersih. Sekarang sudah menjadi kegiatan rutin,” kata De Gadjah.
Ia menilai persoalan sampah di Bali harus ditangani bersama oleh seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah hingga pelaku usaha.
Menurutnya, perubahan budaya dalam pengelolaan sampah menjadi kunci menjaga kelestarian lingkungan Bali.
“Kita harus mengubah budaya, mulai dari memilah sampah hingga pengelolaannya. Ini tidak bisa hanya masyarakat saja, semua elemen harus bergerak bersama menjaga Bali,” tegasnya.
De Gadjah juga menegaskan kegiatan tersebut murni aksi kepedulian lingkungan dan bukan kegiatan politik. Melalui kegiatan itu, pihaknya mengajak masyarakat, termasuk pelajar, untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan sejak dari rumah masing-masing. (bp/ken)













