BADUNG, Balipolitika.com- Perang Pahyangan dan Buleleng. Kabupaten Badung menyimpan cerita unik tentang penyatuan desa. Sejarah Desa Belok/Sidan merupakan gabungan dua nama yang bersejarah. Sekilas, desa ini terlihat memiliki nama yang ganda. Kisah ini membawa kita pada masa peperangan kerajaan di Bali.
Pada zaman dahulu, terdapat kerajaan-kerajaan hebat di Bali. Kerajaan-kerajaan ini tersebar di Pahyangan dan Buleleng. Suatu ketika, Kerajaan Pahyangan diserang oleh Kerajaan Buleleng. Pasukan Kerajaan Buleleng melalui Desa Lantang. Penduduk Desa Lantang banyak melarikan diri dan mengungsi. Desa Lantang merupakan lalu lintas penyeberangan penting.
Kerajaan Pahyangan akhirnya mengalami kekalahan. Setelah pertempuran usai, keadaan pun menjadi aman. Penduduk dari Desa Lantang kembali tinggal di desa mereka. Sebagian lagi tinggal di suatu desa baru. Desa baru itu diberi nama Kisidan.
Kisidan adalah bahasa Bali yang berarti Pindahan. Dari istilah Kisidan tersebut, kata itu berubah. Kata Kisidan berubah menjadi Sidan. Akhirnya Sidan menjadi sebuah desa baru yang unik.
Penyatuan Dua Desa
Penduduk yang kembali secara terpencar tinggal di dua desa. Mereka mencari tempat perlindungan yang dirasa aman. Setelah penduduk merasa aman di desa masing-masing. Mereka memikirkan pembangunan pura yang penting.
Dengan kesepakatan masyarakat yang kuat. Pura Desa (Pura Kahyangan Tiga) dipindahkan. Pura itu dipindahkan ke Desa Sidan dan Desa Selantang (Lantang). Setelah Pura Desa dipindahkan ke sana. Masyarakat Desa Sidan merasa aman dan tentram sekali.
Desa Belok/Sidan dulunya merupakan dua perbekelan. Desa Sidan terdiri dari tiga banjar. Banjar itu adalah Sidan, Selantang, dan Penikit. Sementara Desa Belok terdiri dari lima banjar. Ada Banjar Belok, Lawak, Bon, Jempanang, dan Sekarmukti.
Pemimpin dan Pemerintahan Bersatu
Pada tahun 1937, kedua desa memiliki perbekelnya. Perbekel Desa Belok saat itu adalah I Wayan Sindhu. Perbekel Desa Sidan adalah I Dewa Putu Ceped. Tahun 1957, kedua perbekelan tersebut dijadikan satu. Desa gabungan itu menjadi Desa Belok/Sidan. I Dewa Putu Ceped menjadi Perbekel yang pertama.
Kepemimpinan desa terus berganti seiring waktu. I Wayan Suadayana memimpin dari 1983 sampai 1994. Ia kemudian digantikan I Dewa Gede Sudipa. I Nyoman Warta memimpin dari tahun 2001 hingga 2013. Sejak tahun 2013 hingga kini, desa dipimpin I Made Rumawan.
Sejarah Desa Belok/Sidan adalah kisah penyatuan damai. Desa ini merupakan bukti persatuan dari dua wilayah. Pengunjung dapat menikmati keunikan dua nama yang menjadi satu. (BP/CHA).













