JAKARTA, Balipolitika.com- Xiaomi 17 Pro Max. Pabrikan smartphone raksasa asal Tiongkok, Xiaomi, secara agresif meluncurkan perangkat flagship terbaru yang mereka beri nama Xiaomi 17 Pro Max. Gawai ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat teknologi karena kemiripan nama serta desainnya dengan seri iPhone terbaru. Namun, Xiaomi berupaya keras membuktikan produk ini memiliki inovasi mumpuni dengan menyematkan layar sekunder di bagian belakang ponsel.
“Perangkat ini telah dibahas secara luas, bahkan ada yang menjulukinya sebagai ‘Apple dari China’, mengacu pada penamaan Pro Max yang sangat terinspirasi dari kompetitor utama mereka,” kata David, pengulas teknologi dari kanal GadgetIn dalam ulasannya.
Xiaomi secara berani menyematkan fitur unik berupa layar belakang (secondary display) berukuran 2,9 inci berpanel AMOLED dengan refresh rate 120 Hz. Layar ganda ini berfungsi krusial sebagai jendela notifikasi, watch face layaknya jam tangan pintar, dan preview langsung saat pengguna ingin melakukan selfie. Kemampuan ini memungkinkan pengguna memaksimalkan kamera utama 50 MP untuk mendapatkan hasil foto diri yang jauh lebih detail dan tajam.
“Fitur preview kamera di layar belakang ini sangat berfaedah dan saya berharap inovasi serupa bisa diterapkan oleh semua handphone lainnya, karena kualitas kamera belakang selalu lebih unggul daripada kamera depan,” ujar David.
Sektor dapur pacu Xiaomi 17 Pro Max mengandalkan chipset premium terbaru, Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang menjanjikan performa komputasi luar biasa. Hasil uji benchmark AnTuTu 11 mencatat skor mencapai 3,2 juta poin, menunjukkan kemampuan pemrosesan multi-tasking yang sangat cepat dan efisien. Perangkat ini juga dipersenjatai dengan kombinasi kamera mumpuni tiga lensa 50 megapiksel, hasil kolaborasi teknis dengan produsen optik ternama, Leica.
“Konsistensi warna yang kental dengan ciri khas Leica membuat hasil foto dan video Xiaomi 17 Pro Max secara keseluruhan dinilai sangat bagus, menunjukkan kualitas optik yang memang setara dengan gawai flagship,” tambahnya.
Sayangnya, performa bertenaga dari chipset premium tersebut menimbulkan masalah serius berupa lonjakan suhu ekstrem saat digunakan bermain game berat. Suhu gawai dilaporkan dapat mencapai 48 hingga 49 derajat Celsius yang jelas menyebabkan performa gaming, khususnya saat memainkan Genshin Impact, menjadi tidak stabil dan mengalami frame rate drop. Isu panas ini berpotensi mengurangi pengalaman pengguna saat memanfaatkan ponsel untuk aktivitas intensif.
“Suhu tinggi hingga hampir 50 derajat Celsius ini sangat mengganggu, bahkan membuat performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 tidak maksimal, jadi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan Xiaomi,” tutur pengulas GadgetIn.
Meskipun menghadapi tantangan panas, Xiaomi 17 Pro Max membawa spesifikasi daya yang sulit ditandingi oleh pesaingnya di kelas premium. Perangkat ini memiliki baterai berkapasitas raksasa sebesar 7.500 mAh yang menjamin daya tahan panjang untuk penggunaan seharian penuh tanpa pengisian ulang. Pengguna dapat dengan cepat mengisi daya karena Xiaomi menyediakan charger 100 Watt dalam paket penjualan.
“Kapasitas baterai 7.500 mAh adalah sesuatu yang gila untuk ponsel dengan desain body yang tetap nyaman digenggam, apalagi didukung oleh pengisian daya super cepat 100 Watt,” tegas David.
Selain pengisian daya kabel yang super cepat, handphone ini juga mendukung teknologi nirkabel tingkat tinggi, mencakup wireless charging 50 Watt serta reverse wireless charging 22,5 Watt untuk mengisi daya perangkat lain. Kelengkapan ini semakin mengukuhkan Xiaomi 17 Pro Max sebagai produk yang tidak hanya berfokus pada gimmick desain, tetapi juga pada fungsionalitas dan daya tahan.
“Kelengkapan pengisian daya, mulai dari kabel, nirkabel cepat, hingga pengisian daya balik, menunjukkan betapa all-out Xiaomi meracik produk flagship terbarunya untuk bersaing di kelas teratas,” pungkasnya. (BP/CHA).













