Balipolitika.com- Lolos final, peluang Spanyol juara Piala Dunia melesat sentuh 56 persen. Tim nasional Spanyol mengantongi probabilitas sebesar 56,15 persen untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Data simulasi terbaru Opta Supercomputer menempatkan La Furia Roja sebagai favorit utama di turnamen.
Kepastian tempat di partai puncak diraih usai mengalahkan Prancis 2-0 pada laga semifinal. Duel tersebut digelar resmi di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Spanyol tampil dominan. Singkatnya, mereka tinggal menunggu pemenang antara Inggris dan Argentina. Laga semifinal lainnya baru akan bergulir esok hari di Atlanta.
Bursa juara menempatkan posisi Spanyol jauh di atas para kandidat finalis lainnya. Inggris berada di angka 23,38 persen jika mereka lolos final. Argentina menempati posisi paling buncit lewat persentase peluang sebesar 20,47 persen.
“Rekor historis kami di final turnamen besar sangat dominan,” ujar Luis de la Fuente. Pelatih Spanyol itu bangga dengan konsistensi anak asuhnya di lapangan.
Langkah skuad asuhan De la Fuente terbilang sangat impresif sepanjang pelaksanaan kompetisi dunia kali ini. Mereka menyapu bersih kemenangan penting laga fase gugur tanpa perpanjangan waktu. Prancis disikat 2-0.
Sebelumnya, Belgia ditekuk tipis 2-1 pada laga perempat final yang sengit. Skuad Portugal juga ditaklukkan 1-0 saat babak 16 besar lalu. Taktik berjalan mulus.
Tetapi, Spanyol sebenarnya tertinggal tipis dari Inggris dalam rekor pertemuan sejarah mereka. Total 28 pertandingan resmi telah dilakoni oleh kedua tim nasional. Inggris meraih 13 kali kemenangan di lapangan hijau.
Spanyol baru mengoleksi 11 kemenangan atas Inggris sepanjang sejarah sepak bola. Empat laga sisa berakhir imbang. Pertemuan putaran final Piala Dunia baru terjadi dua kali saja. Inggris menang sekali.
Sebaliknya, rekor pertemuan kontra timnas Argentina tercatat sangat berimbang sejak era modern. Skuad Tango memenangi tiga laga dari total lima pertandingan resmi. Spanyol hanya menang dua kali.
Pertemuan terakhir uji coba resmi memang berakhir dengan kemenangan telak Spanyol 6-1. Namun, Argentina lebih unggul secara psikologis jika bermain pada panggung resmi Piala Dunia. Angka sejarah berkata demikian.
“Performa konsisten menjadi modal utama kami saat ini,” kata gelandang Rodri. Dirigen permainan itu menilai timnya sudah tampil jauh lebih matang.
De la Fuente sukses mengubah gaya main monoton memutar bola atau tiki-taka usang. Spanyol kini bermain sangat vertikal memanfaatkan kecepatan sayap eksplosif mereka. Lamine Yamal menjadi motor utama.
Yamal dipadukan bersama Nico Williams untuk meneror area pertahanan garis tinggi musuh. Celah transisi di belakang garis pertahanan tinggi masih menjadi titik lemah. Ini wajib dibenahi segera.
Selanjutnya, Inggris diproyeksikan bakal menjadi lawan berat andai mereka mampu melaju ke final. Gaya main pragmatis asuhan Gareth Southgate sangat efisien memanfaatkan keunggulan fisik pemain. Bola mati berbahaya.
Jude Bellingham dkk dinilai sangat tangguh dalam memenangi bola kedua area tengah. Lemparan bola panjang sering menjadi senjata rahasia mereka membongkar pertahanan rapat. Kedalaman bangku cadangan terbaik.
Lagipula, Argentina memiliki keunggulan mentalitas juara bertahan yang sangat tebal dalam turnamen. Poros gelandang mereka sangat rapat guna memutus aliran bola bawah lawan. Faktor magis Messi.
Kreativitas penyerangan tertumpu pada ruang kosong area half-space yang dibuat De Paul. Pergerakan bebas Messi siap menghukum kelengahan barisan pertahanan lawan mana pun. Sangat mematikan.
Pada akhirnya, kesiapan fisik pemain senior dan determinasi darah muda menjadi kunci Spanyol. Mereka berpeluang besar merengkuh trofi Piala Dunia kedua mereka di Amerika. Apakah Spanyol bisa menambah dua bintang dalam jersey mereka? Kita saksikan Senin (20/7/2026) dini hari mendatang. (BP/CHA).













