BALI, Balipolitika.com – Viral di media sosial, pemandangan di Pantai Kelingking di Desa Bunga Mekar, yang tertutup proyek pembangungan lift kaca.
Kondisi ini menuai pro kontra di masyarakat, karena keberadaan lift malah mengurangi keindahan dan keasrian Pantai Kelingking secara alami.
Inisiatif ini konon melibatkan perusahaan investasi asal Tiongkok. Dengan rencana lift kaca setinggi 182 meter dan rencana memberikan fasilitas pemandangan lainnya.
Warga Bali dan warganet pun tak mendukung, sebab malah menghilangkan keasrian dari Pantai Kelingking itu sendiri. Terkait jalan terjal ke bawah tebing Pantai Kelingking, banyak yang berpendapat tidak aga urgensi adanya lift ini.
Justru berbahaya, karena pantai di bawah itu memiliki ombak besar dan menarik karena langsung berhadapan dengan samudera. Takutnya malah dengan lift semakin banyak orang ke bawah.
Masalahnya adalah, sejak lama banyak korban tenggelam dan terseret arus di pantai ini. Jika akses semakin mudah, maka akan menjadi semakin berbahaya, apalagi turis yang tidak bisa renang.
Sementara Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma menegaskan, pembangunan lift kaca tersebut merupakan proyek swasta. Investor menyewa lahan milik Banjar Adat Karang Dawa.
“Proyek lift itu dari investor, bukan proyek pemerintah,” ujar I Kadek Yoga Kusuma, Senin (28/10).
Terkait foto yang beredar di media sosial, menurutnya hanya masalah pengambilan sudut gambar. Jika dari sudut gambar lain, keindahan Pantai Kelingking akan terlihat utuh.
Pihaknya juga belum mendapat informasi dari pelaku pariwisata, terkait adanya wisatawan yang mengeluh dengan keberadaan lift tersebut.
“Intinya hanya masalah pengambilan sudut gambar saja. Dari sisi timur masih bagus sekali. Keberadaan lift itu, tidak semua tutupi view Pantai Kelingking,” jelas dia.
Nantinya lift kaca tersebut setinggi sekitar 182 meter, dan jembatan 64 meter. Nantinya di setiap ketinggian 20 meter akan ada spot foto.
Nilai investasi dari pembangunan lift kaca itu mencapai sekitar Rp200 miliar. Selain menjadi fasilitas pariwisata, lift kaca itu akan digunakan juga untuk evakuasi pengunjung yang kerap mengalami kecelakaan laut saat beraktivitas di bawah tebing Pantai Kelingking. (BP/OKA)













