BADUNG, Balipolitika.com- Alas Baheng menjadi Baha. Api misterius beraroma harum saat Raja Mengwi menyerang Ayunan. Menguak asal-usul nama “Baha” dari bara panas, dan bekas tangsi penjara Jepang di Alas Baha.
Setiap nama tempat menyimpan kisah tersendiri. Nama Desa Baha juga memiliki cerita unik. Sejarah Desa Baha berawal dari sebuah ekspansi kerajaan. Kisah ini membawa kita kembali ke akhir abad ke-17. Pada masa itu, Kerajaan Mengwi dipimpin oleh Raja Cokorda Dimade.
Raja Cokorda Dimade berencana memperluas wilayahnya. Tujuannya adalah memperluas kekuasaan ke utara. Rencana besar ini bertujuan menyerang Arya Ayunan. Namun, dalam perjalanan terjadi sebuah keanehan.
Alas Baheng, Bekas Kobaran Api
Raja Mengwi melihat kobaran api besar di langit. Beliau mengira itu adalah taktik musuh dari Arya Ayunan. Ternyata api itu tiba-tiba padam dengan sendirinya. Anehnya, sisa api meninggalkan aroma yang harum.
Hutan bekas kobaran api itu dinamai “Alas Arum.” Alas Arum kini menjadi lokasi Pura Alas Arum. Bekas api yang padam itu sendiri diberi nama. Daerah itu dinamai “Alas Baheng” yang berkesan mistis. Kata Baheng dalam bahasa Bali berarti bara atau lava panas. Pemukiman ini kemudian berkembang menjadi Desa Baha. Nama desa ini diambil dari kata Baheng tadi.
Air Bah yang Mencegah Perang
Rencana penyerangan Raja Mengwi terhalang oleh alam. Hujan deras turun dan menyebabkan air bah. Serangan ke Ayunan pun terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini mencegah perang besar yang merugikan.
Air bah ini kini menjadi sungai yang penting. Sungai itu disebut “Tukad Penet.” Tukad Penet menjadi batas timur Desa Baha. Peristiwa ini menunjukkan campur tangan alam. Peristiwa ini membentuk batas desa yang bersejarah.
Saksi Perjuangan Kemerdekaan
Desa Baha tidak hanya menyimpan cerita kerajaan. Desa ini menjadi saksi perjuangan melawan penjajah Jepang. Bukti sejarah perlawanan ini adalah sebuah tangsi. Tangsi ini merupakan bekas penjara Jepang di Alas Baha.
Tangsi itu digunakan sebagai markas besar penjajah. Fungsinya juga sebagai tempat penyimpanan logistik dan senjata. Selain itu, tangsi menjadi penjara bagi warga yang ditangkap. Tangsi di Alas Baha menjadi bukti perlawanan rakyat Bali. Khususnya perlawanan gigih warga Desa Baha. Mereka tidak gentar melawan kekuasaan Jepang.
Sejarah Desa Baha adalah kisah keberanian dan aroma harum. Kisah bara api yang menjadi nama desa. Kisah perjuangan heroik melawan penjajah. Desa Baha adalah warisan sejarah yang harus diingat. (BP/CHA).













