DENPASAR, Balipolitika.com– Duel panas bakal tersaji di ajang No Drama Fight Reborn di Sunset Beach Bar, Seminyak, Badung, Bali, Minggu, 24 Agustus 2025
Ketua Pertina Bali sekaligus Dewan Penasihat Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Pusat, Made Muliawan Arya alias De Gadjah akan duel menghadapi petinju asal Ambon, Bram Hendra Betaubun yang dikenal dengan julukan The Killer.
Benar-benar No Drama, Bram bukanlah sosok sembarangan karena di atas kertas ia merupakan peraih medali emas PON Papua 2021 dan PON Aceh 2024.
Dengan percaya diri, Bram bahkan menargetkan bisa meng-KO lawan De Gadjah hanya dalam dua ronde.
“Saya nonton live-nya De Gadjah seperti tinju profesional gitu. Saya penasaran yang saya hadapi legend Bali, makanya saya tantang itu,” ujar Bram The Killer dalam press conference dan face off di Pamela, Denpasar, Jumat, 22 Agustus 2025.
Bram pun sesumbar siap memberikan bonus uang 200 USD jika De Gadjah mampu bertahan lebih dari dua ronde.
Sementara itu, De Gadjah mengaku hanya serius berlatih tinju selama tiga bulan terakhir.
Meski demikian, pria berusia 44 tahun ini menegaskan siap meladeni tantangan petinju PON berusia 33 tahun itu.
“Kalau saya latihan dari lama. Memang kita hobi olahraga ya, tapi 3 bulan terakhir benar-benar disiksa Coach Cornes, Coach Gung De, Coach Komang, tapi pagi kita latihan, siang urus masyarakat, sore urus partai, malam latihan lagi. Bukan hanya fisik, tapi otak juga. Tapi saya namanya ditantang ya kita ladeni, kita tampung,” kata De Gadjah.
“Dia memang petinju PON, tapi kalau hook saya lewat nggak tahu juga kan?” imbuh De Gadjah percaya diri.
De Gadjah pun menegaskan laga ini akan menjadi pertandingan terakhirnya.
“Bagi saya setelah ini saya nggak mau bertanding. Ini terakhir dan kalau pun saya menang, saya serahkan ke Bram. Biarkan Bram (mencapai karier teringgi, red). Kalau Bram yang menang, silakan aja. Tapi saya nggak mau bertanding lagi. Kasih saya membina dan fokus ke masyarakat,” tegas De Gadjah.
Menariknya, dalam sesi press conference dan face off itu De Gadjah juga menekankan pentingnya sportivitas dan segala yang terjadi di atas ring tidak boleh berlanjut di luar ring.
“Silakan baku pukul, baku hantam di atas ring, setelah itu kita tetap bersaudara,” pesan De Gadjah disambut aplaus seluruh yang hadir di Pamela, Denpasar, tak terkecuali Bram “The Killer”.
Selain duel utama Bram vs De Gadjah, No Drama Fight Reborn juga menyuguhkan laga rematch panas antara Komang Wibisana alias Crazy Dog versus Kupank Indrayana.
Wibisana Crazy Dog bahkan menegaskan akan mengalahkan Kupank Indrayana dan jika kembali kalah seperti pertandingan sebelumnya, ia siap berjalan kaki dari Denpasar ke Buleleng.
“Kali ini tidak akan ada hoki,” ucap Crazy Dog menyinggung pertemuan sebelumnya.
Total akan ada 14 pertandingan dalam No Drama Fight Reborn 2025, termasuk partisipasi petinju dari luar daerah seperti Christian (Makassar) dan Sofian (Bekasi).
Promotor Alexander Fortuna memberikan apresiasi khusus kepada De Gadjah yang dinilainya konsisten membina atlet tinju di Bali.
“Kalian nggak boleh melihat hanya di permukaannya, di tengah kesibukannya meng-handle yayasan, membiayai atlet-atlet banyak sekali bukan hanya Pertina dari luar daerah, di bawa ke sini (Bali, red), dibiayai latihan, diwadahi cuma nggak diekspos aja. Jadi perjuangannya (De Gadjah, red) ini tulus untuk tinju Indonesia, bukan hanya tinju Bali,” puji Fortuna.
Berikut daftar nama-nama petinju yang siap jual beli pukulan di No Drama Fight Reborn
1. Febrian vs Ilham
2. Jaky vs Odi
3. Sofian vs Ferdinan
4. Lanang vs Elia
5. Ivadus vs Siebe
6. Eka vs Bruno
7. Anggito vs Pongek
8. Aldo vs Charlie
9. Zusovski vs Pangeran
10. Naufal vs Christian
11. Cupank vs Crazy Dog
12. Alvaro vs Vinsendius
13. Edo vs Bima
14. Bram vs De Gadjah (bp/ken)













