DENPASAR, Balipolitika.com– Mewakili Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Provinsi Bali, I Wayan Gunawan menyampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna ke-25 Masa Persidangan III DPRD Provinsi Bali, Senin, 21 Juli 2025.
Pada kesempatan itu, politisi senior parpol berlambang pohon beringin itu memuji sekaligus menyambut positif inisiatif Gubernur Bali membuat program satu keluarga satu sarjana yang disambut antusias publik.
Meski demikian, Fraksi Golkar DPRD Bali mempertanyakan kenapa dalam struktur Rancangan Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025 sebagaimana disampaikan dalam sidang paripurna, Rabu, 9 Juli 2025 lalu, tidak ada alokasi anggaran untuk menyukseskan program tersebut.
“Kami menyambut baik inisiatif Saudara Gubernur membuat program satu keluarga satu sarjana yang diarahkan khusus untuk masyarakat miskin. Program ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Bali. Namun, setelah kami cermati, dalam struktur Rancangan Perubahan APBD tahun 2025 program ini belum mendapatkan alokasi anggaran pada rancangan Perubahan APBD tahun 2025. Mohon penjelasan,” tandas Gunawan.
Diberitakan sebelumnya, Gunawan juga mempertanyakan tabel 3.3 yang tercantum dalam Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2025 di mana menggambarkan alokasi Belanja Daerah Provinsi Bali Tahun 2025, khususnya terkait belanja modal.
“Belanja modal mengalami penurunan sebesar Rp158,9 miliar lebih dari semula Rp1 triliun lebih pada Anggaran Induk 2025 menjadi Rp849 miliar lebih atau menurun 15,77 persen. Padahal, menurut hemat kami, tujuan belanja modal adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan publik, melalui ketersediaan fasilitas pemerintah daerah serta diharapkan dapat memberikan manfaat untuk jangka panjang. Selanjutnya berdasarkan Tabel 3.1., realisasi belanja modal sampai 20 Juni 2025 baru sebesar Rp48,2 miliar lebih atau 4.79 persen. Mohon penjelasan!” ungkap Gunawan. (bp/ken)













