NASIONAL, Balipolitika.com – Kasus dugaan child grooming yang melibatkan seorang kepala sekolah, dari SMK swasta di Pamulang, Tangerang Selatan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Dalam unggahan anonim, kepala sekolah tersebut dugaan melakukan pendekatan emosional kepada siswi yang kurang mendapat perhatian dari sosok ayah atau fatherless.
Pihak sekolah telah mengambil langkah dengan menonaktifkan sementara, kepala sekolah tersebut demi menjaga transparansi dan kelancaran proses investigasi internal yang masih berlangsung.
Menurut spesialis kejiwaan, Lahargo Kembaren, child grooming adalah bentuk manipulasi psikologis yang pelaku lakukan untuk mendapatkan kepercayaan anak dengan tujuan eksploitasi, terutama secara emosional maupun seksual.
Pelaku biasanya membangun kedekatan secara perlahan melalui perhatian, pujian, hadiah, hingga menjadi tempat curhat bagi korban.
Ia menjelaskan, dampak child grooming terhadap anak dapat sangat serius, mulai dari trauma psikologis, gangguan kecemasan, rasa malu dan bersalah, hingga hilangnya rasa aman dan kesulitan mempercayai orang lain.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga berisiko memengaruhi hubungan sosial dan emosional korban saat dewasa.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan lingkungan sekolah dan peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental, serta keamanan anak dari bentuk manipulasi emosional maupun kekerasan tersembunyi. (BP/OKA)









