Pilah
i
kau datang dengan musim yang menggigilkan tubuh
membawa keluhan serupa gumpalan kabut
ruang klinik adalah altar paling sunyi
tempat manifestasi ditimbang dalam benak tabib
ii
diagnosis adalah peta luka
digores perlahan di kanvas kehidupan
satu persatu: usus buntu, penyumbatan otak, tensi, dan getar dalam darah
dipilah serupa musim dalam kalender Tuhan
iii
ada bahasa yang tak dipahami tubuh
tapi dipahami oleh layar dan stetoskop
RSPH bukan sekadar tempat singgah melainkan kompas bagi yang kehilangan arah
iv
dengan teliti, mereka bedakan yang ringan dan berat
seperti pemahat menimbang batu dan permata
kali ini penyakit bukanlah musuh
melainkan pesan yang butuh ditafsir secara utuh
Pasuruan, 19 Mei 2025
Pilih
/i/
Ketika tubuhmu dibobatkan menjadi teka-teki yang rumit
Maka kau tak kan memilih sembarang pintu
Di antara banyaknya nama di neon dan aspal
Kau menambat harap pada RSPH yang teduh
/ii/
Bukan hanya bangunan dan peralatan
Namun tangan yang menyentuh dengan doa doa terpanjat
Kau memilih karena ada cahaya terang
Di balik setiap senyum Sang Penyelamat
/iii/
Di sana, luka bukan bagian dari akhir cerita
Melainkan awal dari pencarian makna
Seperti memilih matahari di antara bintang di malam hari
Kau percaya; bahwa sembuh adalah hak yang pantas diterima
/iv/
RSPH bukan sekadar rumah sakit
Ia adalah rumah harapan
Tempat tubuh dan jiwa
Berunding dalam tenang
Pasuruan, 20 Mei 2025
Pulih
/
Pulih bukan bicara tentang hilangnya nyeri
Tapi kembalinya mimpi dalam tidurmu
Serupa hujan yang tak tahu kapan reda
Begitulah kesembuhan, hadir tanpa permisi dengan bunyi yang paling nyaring
//
Kau lihat mentari menyelinap di ruas jendela ruang rawat
Bukan sekadar cahaya, ia adalah pertanda
Tubuhmu perlahan mengucap syukur
Dengan setiap napas yang tak lagi hancur
///
Obat hanya penantian setengah jalan
Yang lain adalah keyakinan
Di RSPH, harapan disuntikkan bersamaan
Dengan serum dan air mata harapan
////
Pulih itu pulang
Dengan jiwa yang tak lagi dikhianati tubuh
Kau tinggalkan ranjang dengan langkah baru
Membawa doa doa dari saku baju yang kau kenakan
Pasuruan, 20 Mei 2025
Simfoni Pilah Pilih Pulih
I
Gejala berokestra bagai nada minor
Setiap keluhan; seumpama sebuah simfoni sedih
Di sini, dokter bukan hanya pendengar
Namun mereka adalah penafsir lagu dalam tubuh yang retak
II
Di RSPH, diagnosa adalah partitur
Yang ditulis ulang dengan kasih
Pilah jadi awal tangga nada
Pilih adalah harmoni yang diputuskan hati
III
Pulih?
Ia crescendo yang membuncah di akhir lagu
Ketika tubuh bersorak-sorai
Dan nyeri berubah jadi kenangan
IV
Simfoni itu kini tlah usai
Tapi gema RSPH tertinggal dalam dada
Sebagai tempat kau menemukan diri
Lebih utuh dari sebelum sakit menjelma
Pasuruan, 21 Mei 2025
Manusia dan Rumah Pulih
/I/
Kita semua adalah tubuh yang rapuh
Datang membawa riwayat luka dalam ringkih
Pilah adalah cara mengenal diri
Memilah bukan menyerah, tapi lebih memahami
/II/
Saat waktu mengaburkan arah
Kau temukan rumah di RSPH
Pilihannya bukan karena dekat
Melainkan karena tlah ternobat
/III/
RSPH memulihkan bukan hanya raga
Tapi marwah hidup yang sempat melemah
Setiap dindingnya hafal nama-nama
Yang bangkit dari perbatasan meregang jiwa
/IV/
Dan ketika kau pulih
Kau tak hanya sembuh—kau mengerti
Bahwa sakit adalah guru
Dan RSPH; ruang belajar menajdi manusia yang lebih utuh
Pasuruan, 21 Mei 2025
BIODATA
Nur Indah Sutriyah lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada tanggal 08 November 1992. Merupakan alumnus Universitas Wiranegara Pasuruan dengan Program Pendidikan Bahasa Indonesia. Sekarang, tengah mengabdi di Yayasan Nurul Hidayah Asshonhaji, Lecari Sukorejo, Pasuruan. Selain itu, ia juga berproses dan tergabung dalam dalam Genitri, Competer Indonesia, dan Kepul, yang merupakan tempat ia belajar puisi. Karya-karyanya pernah termuat di berbagai media online. Selain pemuisi, ia juga gemar menulis prosa, seperti cerpen.













