SEMPROT: (Kanan) Tokoh Muda Gianyar, Ida Bagus Nyoman Devina Yesa alias Gus Yesa versi AI, Keluhkan pelayanan PDAM Gianyar. (Ilustrasi: Gung Kris)
GIANYAR, Balipolitika.com – Salah satu Tokoh Muda asal Gianyar, Ida Bagus Nyoman Devina Yesa atau akrab disapa Gus Yesa menganggap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar tak (tidak) becus dalam melayani masyarakat, mengalami sejumlah masyarakat Gianyar, khususnya di Kecamatan Sukawati, sering mengalami gangguan pendistribusian air bersih, sehingga ia berharap pendistribusian air bersih di Kabupaten Gianyar bisa dikelola oleh pihak swasta agar lebih profesional dalam melayani masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Gus Yesa kepada wartawan Bali Politika, pasca ia mengalami gangguan teknis pendistribusian air bersih di kediamannya kemarin, Rabu, 5 November 2025, juga dirasakan sejumlah warga lain di Kecamatan Sukawati, mengaku kerap mengalami gangguan serupa sebanyak hampir 7 kali dalam kurun waktu satu tahun, sehingga permasalahan ini acap kali menggangu kegiatan keseharian rumah tangga warga.
“PDAM Gianyar ini ga becus! Sering sekali gangguan, masyarakat susah cari air. Tidak profesional, ada keluhan tidak langsung dilayani, tapi kalau ada masyarakat nunggak pembayaran, mereka paling cepat. Semoga ada solusi dari pihak swasta soal masalah air bersih di Gianyar ini, karena sudah 7 kali kejadian dalam satu tahun ini,” tegas Gus Yesa melalui sambungan telepon.
Selain itu, ia juga mengeluhkan mahalnya biaya izin untuk mendapatkan dan/atau mengeksploitasi Air Bawah Tanah (ABT) di Kabupaten Gianyar kepada perorangan yang memerlukan air tanah untuk kepentingan rumah tangga, juga menjadi salah satu persoalan yang perlu dicarikan solusinya, agar kedepan permasalahan air bersih yang terjadi dan kerap kali menimpa sejumlah warga bisa teratasi.
“Izin buat ABT di Gianyar itu mahal. Ini juga masalah bagi kami, terus kami harus bagaimana? Masyarakat ini kan setiap saat butuh air. Jangan terkesan masalah air ini dipolitisasi, masyarakat dibuat ketergantungan dengan PDAM, di sisi lain pelayanan mereka tidak pernah ada yang memuaskan,” singgung Gus Yesa.
Sementara, saat wartawan Bali Politika berusaha mengkonfirmasi sejumlah pihak di PDAM Gianyar terkait permasalahan yang terjadi, nampak belum mendapatkan jawaban yang pasti terkait gangguan teknis pendistribusian air yang dialami sejumlah warga di Sukawati. Pihak PDAM Gianyar, melalui admin Sosial Media (Sosmed) hanya membalas secara singkat, keluhan-keluhan warga yang mengalami gangguan teknis pendistribusian air kemarin.
“Mohon maaf atas gangguan yang terjadi, keluhan ini akan kami teruskan ke petugas untuk ditindaklanjuti,” singkatnya. (bp/gk)













