Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

“Ditanduk” Anak Bupati, Purwa Arsana Gagal ke DPRD Bali

Putu Suryandanu Willyan Richart dan Ni Kadek Yulita Sinta Dewi Lolos

ANAK BUPATI EFFECT: Anak kandung Bupati Karangasem Gede Dana, Putu Suryandanu Willyan Richart (kiri) menggeser Nyoman Purwa Ngurah Arsana (kanan), anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan masa bakti 2019-2024 di Pemilu Legislatif 2024. 

 

KARANGASEM, Balipolitika.com Kena imbas kasih sayang seorang ayah kepada sang anak alias “Anak Bupati Effect”, Nyoman Purwa Ngurah Arsana, politisi PDI Perjuangan asal Desa Bugbug, Karangasem terhempas di Pemilu Legislatif 2024. 

Hadirnya anak Bupati Karangasem Gede Dana, Putu Suryandanu Willyan Richart dari Dapil Karangasem dalam pertarungan perebutan kursi DPRD Bali membuat Kelian Desa Adat Bugbug periode 2020-2025 itu menjadi “tumbal”.

Bukannya menambah kursi parpol berlambang kepala banteng, politisi senior kelahiran Desa Bugbug, 6 November 1966 dan tercatat pernah menjabat sebagai Ketua DPD PKPB Provinsi Bali dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali itu malah disingkirkan “gerakan dinasti politik” yang dibangun oleh Gede Dana. 

Tak hanya seorang anak, Gede Dana yang disebut-sebut “tak bermodal” maju di Pilkada Karangasem 2020 dan menang karena soliditas dan semangat gotong royong para kader PDI Perjuangan se-Bali, khususnya asli Karangasem justru seolah “menjadi duri dalam daging” lantaran juga meloloskan anaknya, Ni Kadek Yulita Sinta Dewi merebut kursi DPRD Karangasem dari Dapil Kecamatan Abang.

Ni Kadek Yulita Sinta Dewi diketahui juga menutup peluang caleg PDI Perjuangan DPRD Karangasem Dapil Abang yang juga petahana DPRD Karangasem 2019-2024 bernama Ni Kadek Sri Dewi Wahyuni.

Banyak pihak menilai kedua “caleg instan” PDI Perjuangan ini tidak akan mulus lolos menjadi wakil rakyat tanpa campur tangan Bupati Karangasem Gede Dana yang untuk memenangkannya Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga Gubernur Bali Wayan Koster kala itu sampai-sampai ngantor di Karangasem.

Terhempasnya Nyoman Purwa Ngurah Arsana, anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan masa bakti 2019-2024 diperkuat oleh data sementara raihan suara para caleg DPRD Bali Dapil Karangasem di mana di dalamnya tak tercantum nama eks Consultant Engineering Project Manager PT Bali Pecatu Graha tersebut. 

Adapun 7 nama caleg yang diprediksi lolos terdiri atas Ni Kadek Darmini (petahana/PDI Perjuangan), Putu Suryandanu Willyan Richart (newcomer/PDI Perjuangan), Nyoman Oka Antara (petahana/PDI Perjuangan), I Gusti Ayu Mas Sumatri (newcomer/Partai Nasional Demokrat), I Nyoman Suyasa (petahana/Partai Gerindra), Ni Putu Yuli Artini (petahana/Golkar), dan I Komang Wirawan (petahana/Partai Demokrat). 

Dikonfirmasi terkait peluang gagal melanjutkan kiprah di DPRD Bali, Nyoman Purwa Ngurah Arsana belum menjawab pertanyaan redaksi balipolitika.com yang diajukan pada Sabtu, 24 Februari 2024.

Diketahui sosok Nyoman Purwa Ngurah Arsana sempat vakum alias menghilang 10 tahun pasca Pileg 2009. Sebelumnya ia tercatat sebagai anggota DPRD Bali 2004-2009 dari PKPB Dapil Karangasem. 

Kala itu ia bahkan dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gabungan.

Karier politiknya “menyala” kembali pasca menjadi relawan pemenangan pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cagub-Cawagub yang diusung PDIP) di Pilgub Bali 2018 dan akhirnya menerima tiket maju ke DPRD Bali Dapil Karangasem melalui PDI Perjuangan di Pileg 2019. 

Nyoman Purwa Ngurah Arsana lolos dengan perolehan 14.054 suara bersama 6 caleg lainnya, yakni Ni Kadek Darmini (petahana PDIP/34.712 suara), I Nyoman Oka Antara (petahana PDIP/23.018 suara), Ni Putu Yuli Artini (petahana Golkar/20.142 suara), I Komang Wirawan (petahana Demokrat/15.907 suara), I Nyoman Suyasa (petahana Gerindra/15.638 suara), dan I Wayan Kari Subali (petahana NasDem/20.324 suara). 

Nama terakhir memutuskan tidak bertarung di Pemilu Legislatif 2024 Dapil Karangasem dan posisinya digantikan oleh mantan Bupati Karangasem periode 2015-2020, I Gusti Ayu Mas Sumatri. (bp/ken) 

Berita Terkait

Baca Juga
Close
Back to top button

Konten dilindungi!