DENPASAR, Balipolitika.com- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kembali Terperosok. Pasar keuangan dalam negeri mengawali perdagangan awal pekan dengan catatan merah yang cukup mengkhawatirkan bagi para pelaku pasar. Nilai tukar rupiah hari ini mengalami koreksi tajam terhadap dolar Amerika Serikat akibat tingginya ketidakpastian eksternal. Fluktuasi kurs mata uang garuda mencerminkan rapuhnya sentimen investor terhadap aset berisiko di kawasan Asia Tenggara.
Mata uang garuda langsung menunjukkan sinyal kelemahan sejak pembukaan pasar pada Senin pagi, 18 Mei 2026. Rupiah bergerak fluktuatif dari level Rp17.614 lalu merosot hingga menyentuh posisi Rp17.677 per dolar Amerika Serikat. Depresiasi kurs tersebut mencatatkan angka pelemahan nilai tukar rupiah hari ini sebesar 0,36 persen pada papan perdagangan.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan performa impresif rupiah sebelum jeda libur panjang yang sempat mencatatkan penguatan tipis. Perdagangan hari Rabu pekan silam menjadi momen terakhir mata uang domestik parkir pada zona hijau yang aman. Tekanan jual yang masif akhirnya memaksa rupiah keluar dari tren positif menuju pelemahan terdalam pada awal pekan.
Penguatan indeks dolar Amerika Serikat di pasar global menjadi pemicu utama ambruknya nilai tukar rupiah hari ini. Indeks DXY terpantau merangkak naik ke zona hijau bersamaan dengan meningkatnya kecemasan para pelaku ekonomi internasional. Investor global cenderung memburu mata uang paman sam sebagai aset aman demi mengamankan portofolio keuangan mereka.
Alotnya perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut memperkeruh stabilitas pasar modal pada awal pekan. Konflik geopolitik yang belum menemui titik terang tersebut membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang secara signifikan. Rupiah menjadi sangat rentan bergerak tertekan selama sentimen negatif dari luar negeri masih mendominasi lantai bursa.
Para analis memperkirakan pergerakan kurs rupiah masih akan bergerak fluktuatif sepanjang sisa hari perdagangan ini. Pelaku pasar memproyeksikan pergerakan mata uang domestik akan tertahan pada kisaran level psikologis yang baru tersebut. Bank Indonesia kemungkinan besar akan melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak merosot lebih dalam. (BP/CHA).













