TABANAN, Balipolitika.com- Panitia Kasih Ramadan (Kasdan) resmi melaksanakan rangkaian aksi kemanusiaan tahunan yang ke-15 dengan menyapa ratusan anak yatim di Masjid Rindam IX Udayana, Kabupaten Tabanan. Acara bertajuk ‘Berbagi Bahagia Meraih Pahala’ ini menandai babak baru perjalanan safari sosial di Pulau Dewata pada awal Maret 2026. Sebanyak seratus anak dari berbagai yayasan berkumpul di area Masjid Rindam IX Udayana untuk merayakan semangat kebersamaan sore hari.
“Kami tentu berharap nantinya acara akan semakin besar dan peserta yang ikut bisa berlipat ganda di tahun mendatang,” ujar Koordinator Kasih Ramadan wilayah Tabanan, Imam Munawir, Minggu, 1 Maret 2026.
Konsep penyelenggaraan tahun ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan pelaksanaan kegiatan pada periode belasan tahun sebelumnya. Panitia memutuskan untuk melakukan tur ke beberapa kabupaten setelah biasanya hanya memusatkan seluruh rangkaian acara di Kota Denpasar. Perubahan strategi ini bertujuan agar syiar kebajikan dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah di Bali.
“Konsep tur kabupaten ini merupakan inovasi baru agar semangat berbagi tidak hanya berpusat pada satu titik wilayah kota saja,” tutur Ketua Panitia Kasdan 15, Dafiq.
Rombongan relawan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gianyar serta Klungkung secara beruntun setelah menuntaskan agenda perdana di Tabanan. Para penggerak komunitas juga menjadwalkan kunjungan ke Karangasem sebelum menggelar acara puncak yang megah di pusat Kota Denpasar. Skema maraton sosial ini menunjukkan komitmen kuat para pemuda dalam menjaga konsistensi ibadah sosial selama lima belas tahun.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap donasi yang terkumpul dapat tersalurkan secara merata kepada anak yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Dafiq lagi.
Sebanyak 28 donatur telah memberikan dukungan finansial maupun logistik demi kelancaran agenda pembukaan di markas militer. Jumlah penyumbang tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi nyata. Panitia tetap membuka pintu bagi siapa saja yang ingin menyisihkan sebagian harta untuk mendukung biaya pendidikan serta keperluan harian.
“Dukungan para donatur merupakan tulang punggung utama yang memungkinkan kegiatan berskala besar ini dapat terlaksana secara rutin setiap tahun,” ucap Dafiq dengan penuh syukur.
Penyelenggaraan di Tabanan kali ini melibatkan anak-anak dari latar belakang yayasan yang berbeda untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama. Panitia mengemas acara dengan berbagai kegiatan edukatif yang menarik agar peserta merasa terhibur sekaligus mendapatkan ilmu agama. Semangat toleransi dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap langkah untuk berbagi di bulan suci hingga hari kemenangan.
“Harapan kami adalah pertumbuhan jumlah peserta yang ikut serta bisa meningkat berkali lipat pada penyelenggaraan periode yang akan datang,” pungkas Imam Munawir menutup pembicaraan.
Aksi sosial Ramadan ini membuktikan bahwa kepedulian kolektif mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak yatim piatu di pelosok daerah. Panitia berharap gerakan ini menginspirasi lebih banyak komunitas anak muda untuk bergerak melakukan hal serupa di wilayah tempat tinggal mereka. Keberlanjutan program selama lima belas tahun menjadi bukti bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menjalankan misi kemanusiaan jangka panjang. (BP/CHA).













