Balipolitika.com- Andalkan Lamine Yamal. Timnas Spanyol menghadapi krisis lini tengah. La Furia Roja dilanda badai cedera menjelang laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Gelandang andalan mereka, Rodri, dipastikan belum pulih total dari cedera serius. Akibatnya, taktik Luis de la Fuente pincang.
Kondisi ini memaksa tim medis bergerak cepat di pusat latihan tim. Martín Zubimendi disiapkan sebagai deputi. Berat tugasnya.
Dari sisi lini depan La Furia Roja datang tanpa striker murni nomor 9. Tradisi ketajaman Torres dan Villa seakan lenyap untuk Piala Dunia kali ini. Oyarzabal jadi tumpuan darurat.
Singkatnya, ketergantungan pada Lamine Yamal saat ini sangat tinggi. Padahal penyerang Barcelona itu baru pulih dari cedera hamstring. Masalah fisik mengancam.
Apalagi, De la Fruente disebut seakan-akan hanya bertumpu pada ketajaman dari para pemain Barcelona. Sama sekali pemain rival Barcelona, yakni Real Madrid absen dari kontestasi tertinggi sepak bola tersebut. Ini jadi preseden buruk.
“Saya tidak melihat asal klub pemain,” tegas De la Fuente di markas federasi.
Pernyataan itu merespons kritik tajam media lokal. Dominasi pemain Barcelona memicu polemik sentimen wilayah. Konflik internal menganga.
Tetapi, beruntung jadwal awal menguntungkan Spanyol. Mereka akan melakoni debutan melawan Tanjung Verde lalu Arab Saudi sesuai regulasi undian FIFA. Di atas kertas menang mudah.
Ujian baru datang pada laga pamungkas kontra Uruguay. Skuad Marcelo Bielsa siap menjegal. Fisik mereka kuat.
Pada akhirnya keindahan taktik tikitaka Spanyol akan diuji efektivitasnya. Publik menanti hasil nyata. Kita lihat saja. (BP/CHA).













