BADUNG, Balipolitika.com- Sejarah Desa Buduk. Kali ini kita akan menelusuri sejarah Desa Buduk. Sebuah nama desa seringkali menyimpan cerita menarik. Kita akan menguak makna tersembunyi Desa Buduk, Mengwi. Tahukah Anda mengapa desa ini dinamakan Buduk? Kisah ini berasal dari pertempuran sengit masa lalu. Mari kita telusuri asal-usul yang penuh legenda ini.
Sejarah Desa Buduk bermula dari seorang tokoh. Beliau adalah Pangeran Kebo Ndan Pengasih yang gagah berani. Pangeran ini berhasil mengalahkan I Gusti Batu Tumpeng. Setelah kemenangan, beliau memutuskan menetap di wilayah tersebut.
Kuda pangeran yang istimewa menjadi cerita utama. Kuda itu dikenal dengan nama kebo wadak yang perkasa. Pangeran Kebo Ndan Pengasih mewarisi kendaraan itu. Setelah mewarisi kuda itu, nama beliau pun berubah. Beliau kemudian dikenal sebagai Pangeran Pasek Badak. Warisan inilah yang memberi nama pada desa.
Kebo Wadak Menjadi Buduk
Asal nama “Buduk” berasal dari istilah kebo wadak. Istilah ini merupakan nama kendaraan pusaka sang pangeran. Dari sanalah desa ini mengambil identitasnya. Pangeran Pasek Badak mendirikan wilayah kekuasaan yang luas. Wilayah ini kemudian dikenal sebagai Desa Buduk.
Kekuasaan pangeran meliputi beberapa batas penting. Batas utara wilayahnya sampai ke Desa Kapal. Sementara batas selatannya membentang ke Desa Pererenan. Di bagian timur sampai ke Tukad Mati atau Pangkung Mati. Batas baratnya membentang luas hingga Tukad Bausan. Wilayah Buduk pada masa itu sangatlah besar.
Perkembangan dan Pemekaran Wilayah
Seiring waktu, wilayah Desa Buduk semakin berkembang. Wilayah yang luas ini menuntut pemekaran baru. Pemekaran ini bertujuan untuk memudahkan administrasi. Desa Buduk akhirnya dimekarkan menjadi tiga desa.
Pemekaran itu terjadi pada tanggal 14 Oktober 1997. Tiga desa yang terbentuk adalah Desa Buduk sebagai desa induk. Dua desa lainnya adalah Desa Persiapan Tumbak Bayuh. Satunya lagi adalah Desa Persiapan Pererenan yang baru. Pemekaran ini menandai babak baru bagi Desa Buduk.
Kisah sejarah Desa Buduk mengajarkan kita tentang asal-usul. Nama yang sederhana ternyata menyimpan legenda pangeran. Pangeran Pasek Badak telah mewariskan identitas kuat. Desa Buduk terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Warisan ini harus terus diceritakan ke generasi penerus. (BP/CHA).
Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber.













