DENPASAR, Balipolitika.com– Bendesa Adat Pagan, Dr. I Wayan Subawa, S.H., M.H. meninggal dunia di RS Siloam Denpasar, Kamis, 30 April 2026 malam.
Birokrat senior alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana angkatan 1981 yang terakhir menjabat posisi puncak sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung itu berpulang akibat serangan jantung di usia 71 tahun.
Usai berkarier sebagai birokrat dan pernah mengemban posisi Penjabat Bupati Badung tahun 2005 silam, Wayan Subawa terjun ke dunia politik dan bertarung di Pilkada Denpasar 4 Mei 2010 silam.
I Wayan Subawa yang berpasangan dengan Ida Bagus Udiayana (Subawa-Udiayana) diusung oleh koalisi 16 parpol dimotori Partai Demokrat dan Golkar versus Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantara- I Gusti Ngurah Jaya Negara (Dharma-Negara)– jagoan PDI Perjuangan.
Kala itu, dalam undian nomor kandidat yang dipimpin Ketua KPUD Denpasar Rai Misno (almarhum) di Sekretariat KPUD Denpasar, Jalan Melati, Denpasar, Kamis, 4 Maret 2010, Dharma-Negara mendapatkan nomor urut satu disusul pasangan Subawa-Udiayana.
Belum beruntung dalam kontestasi itu, I Wayan Subawa didaulat dan dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Pagan, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur pada Radite Kliwon Medangkungan, Minggu, 24 Februari 2019 hingga akhir hayatnya.
Tercatat, I Wayan Subawa juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2024‑2025.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Dr. I Wayan Subawa, S.H., M.H., mantan Sekda Badung dan Pj Bupati Badung. Semoga mendapatkan tempat yang baik, mewali ring sangkan paraning dumadi serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Amor ing acintyha,” ucap I Made Sutama, S.H., M.H., mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pesedahan Agung Kabupaten Badung yang pensiun per 31 Desember 2022. (bp/ken)










