KARANGASEM, Balipolitika.com- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasikan bahwa KMP Putri Yasmin milik PT Jemla yang melayani rute penyeberangan Padangbai–Lembar mengalami kebakaran dalam perjalanan dari Perairan Bali menuju Perairan Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 Wita.
Menyikapi kejadian tersebut, ASDP sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar segera berkoordinasi dengan operator pelayaran, KSOP, Basarnas, serta stakeholder terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan penumpang serta awak kapal yang terdampak.
Saat ini, keselamatan dan evakuasi penumpang serta awak kapal menjadi prioritas utama. Proses evakuasi dilakukan dengan dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk KMP Portlink II.
Berdasarkan informasi sementara, sebanyak 35 orang, termasuk 3 bayi, berada di KMP Portlink II sebagai bagian dari proses evakuasi.
Selain itu, sebanyak 3 orang telah berada di MV Debbie, sementara 17 orang dievakuasi menggunakan kapal Yacht.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima, terdapat 1 orang meninggal dunia dalam proses tersebut.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale sesuai rilis yang diterima redaksi mengatakan ASDP menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu penumpang.
“Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan terus berupaya memastikan penumpang lainnya mendapatkan penanganan dan perlindungan sebaik-baiknya,” ucap Windy Andale.
Proses evakuasi berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan perairan di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi sementara dari tim di lapangan, kondisi saat itu berawan, angin dari arah utara sekitar 15 knot, dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 3–4 meter.
Dengan mengutamakan keselamatan, proses evakuasi kemudian dihentikan sementara dan KMP Portlink II melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Padangbai.
Sebagai bagian dari penanganan keadaan darurat, ASDP telah mengaktifkan posko di Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar dengan melibatkan operator pelayaran terkait dan stakeholder.
Posko tersebut telah disiapkan untuk menerima dan memberikan dukungan kepada penumpang yang dievakuasi, termasuk tenaga kesehatan, ambulans, makanan dan minuman, serta kebutuhan dasar dan pendukung lainnya.
Penumpang yang berhasil dievakuasi menggunakan KMP Portlink II selanjutnya akan diarahkan menuju Pelabuhan Padangbai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
ASDP terus melakukan koordinasi dan pemantauan intensif bersama seluruh pihak terkait, serta memastikan kesiapan fasilitas dan personel di Pelabuhan Padangbai dan Lembar untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan penumpang terdampak.
“Informasi mengenai jumlah penumpang, kondisi korban, serta perkembangan proses evakuasi dan penanganan insiden masih terus dihimpun. ASDP akan menyampaikan perkembangan selanjutnya berdasarkan informasi resmi dan terverifikasi dari tim di lapangan,” tutup Windy Andale. (bp/ken)














