BADUNG, Balipolitika.com- Dewata Essay Competition (DEC) 3 yang diselenggarakan oleh Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah (RISKI) bekerja sama dengan Universitas Dhyana Pura sukses digelar pada 2–3 Mei 2026 di Bali.
DEC 3 menjadi wadah strategis bagi pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menuangkan gagasan inovatif melalui karya esai yang kritis, solutif, dan aplikatif.
Mengusung tema “Kontribusi Inovatif Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, DEC 3 berhasil menarik partisipasi luas dari berbagai daerah.
Partisipasi sebanyak 420 finalis yang tergabung dalam 207 tim dari 88 instansi pendidikan dan 26 provinsi se-Indonesia menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pengembangan ide dan solusi untuk masa depan bangsa.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Pemasaran Universitas Dhyana Pura, Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi.
Rangkaian kegiatan DEC 3 meliputi proses seleksi karya tulis ilmiah yang ketat, dilanjutkan dengan tahap presentasi langsung oleh para finalis.
Kegiatan utama dilaksanakan di Aula Gedung E Universitas Dhyana Pura, sementara sesi presentasi berlangsung di beberapa ruang kelas dan ruang teater untuk babak sembilan besar.
Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan field trip ke berbagai destinasi unggulan di Bali, seperti Pantai Kuta serta menyaksikan pertunjukan Tari Kecak di Tanah Lot.
Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga mempererat jejaring dan kolaborasi lintas daerah.
DEC 3 berlangsung sangat meriah karena banyak kategori penghargaan yang diberikan kepada para finalis, seperti juara 1 sampai dengan harapan 3, gold, silver, dan bronze medal, best poster, best paper, best presentation, favorite poster, favorite paper, serta juara umum.
Bukan hanya itu, hadiah yang diberikan juga bervariasi, dari uang pembinaan, piala, medali, sertifikat, dan setifikat penghargaan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yaitu juara 1 diraih oleh tim dari Universitas Syiah Kuala dengan ketua Naila Rizka; Juara 2 diraih oleh Muhammad Yazid Ar Rasyid sebagai ketua dari Universitas Sebelas Maret; Juara 3 diraih oleh Muhammad Yusuf Adiyatma Fatah dari Universitas Sebelas Maret; Juara Harapan 1 diraih oleh tim dari Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Lailiah Rusydiana; Juara Harapan 2 diraih oleh Ida Rahayu dari Universitas Sebelas Maret; dan yang terakhir Juara Harapan 3 diraih oleh tim dari Universitas Kristen Satya Wacana yang diketuai oleh Widya Kakisina.
Selanjutnya, Best Presentation diraih oleh Tim Universitas Sebelas Maret dengan Muhammad Yazid Ar Rasyid; Best Paper diraih Tim Universitas Syiah Kuala dengan ketua Naila Rizka; Best Poster diraih Tim Universitas Kristen Satya Wacana dengan ketua Widya Kakisina; Favorite Paper diraih Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan ketua Gunawan Hafiz Januar; The Most Favorite Poster diraih Tim Politeknik Transportasi Darat Bali dengan ketua Eusebia Krisan Metagrasia.
Berikutnya, kategori Favorite Poster setiap subtema Hukum dan Politik (Widya Kakisina – Universitas Kristen Satya Wacana), Kesehatan (Monica Putri Sayyidina – Universitas Muhammadiyah Surakarta), Lingkungan (Rofika Qursani – Universitas Syiah Kuala), Pangan (Windi Alya Naafi’ah – Poltekkes Kemenkes Malang), Pariwisata dan Budaya (Eusebia Krisan Metagrasia – Politeknik Transportasi Darat Bali), Pendidikan (Marius R.L. Atamukin – Universitas Katolik Widya Mandira Kupang), Pertanian (La Ode Muhammad Alfada Nur – Universitas Halu Oleo), Sosial Ekonomi (Nabila Al Karimah – Universitas Syiah Kuala), Teknologi (Sekar Ayu Amara – Poltekkes Kemenkes Malang.
Predikat Grand Champion alias Kampiun Sejati atau Juara Umum DEC 3 diraih oleh Universitas Syiah Kuala sebagai instansi dengan jumlah total poin tertinggi.
Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, dewan juri, mitra, serta pihak pendukung yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ke depan, Dewata Essay Competition diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, inovatif, serta kepemimpinan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan konstruktif yang mampu menjadi solusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (bp/ken)













