GIANYAR, Balipolitika.com- Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar melakukan pemantauan terhadap pengukuran balita dan ibu hamil pada kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Banjar Bona Kelod, Kamis 6 November 2025.
Pemantauan dimaksudkan untuk memastikan seluruh balita dan ibu hamil mendapatkan pengukuran secara lengkap dan akurat sebagai langkah awal deteksi dini risiko stunting di wilayah Kabupaten Gianyar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Ariyuni menjelaskan bahwa pengukuran serentak merupakan suatu upaya pemerintah dalam pencegahan stunting.
Karena dengan pengukuran yang tepat akan didapatkan data yang valid sehingga dapat dilakukan intervensi jika ditemukan balita yang terindikasi pra stunting.
Kegiatan pengukuran untuk balita berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA).
Sedangkan untuk ibu hamil berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta lingkar lengan atas (LILA).
Selain pengukuran di posyandu, dilakukan pula kunjungan rumah bagi balita dan ibu hamil yang tidak hadir guna memastikan seluruh sasaran terpantau.
“Kita lakukan penimbangan, pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan, dan tinggi badan. Jika ditemukan adanya berat badan yang tetap, beruntun selama 2 bulan atau bahkan terjadi penurunan maka kita harus lakukan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting,”jelasnya.
Ditambahkannya, Setelah seluruh kegiatan selesai, dilakukan pencatatan dan pelaporan hasil pengukuran di hari yang sama untuk menjamin ketepatan data.
Disampaikannya pula sasaran pengukuran serentak di Kabupaten Gianyar mencapai 26.356 balita dan 2.819 ibu hamil.
Lebih lanjut Ariyuni berharap melalui kegiatan pengukuran serentak, diharapkan semua balita dan ibu hamil dapat terpantau pertumbuhannya secara rutin, dan data hasil pengukuran dapat segera di input ke dalam aplikasi Sigizikesga.
“Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan langkah-langkah intervensi gizi yang tepat sasaran. Harapan besar agar kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, namun benar-benar menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan dalam menciptakan Generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
Dengan diinputkan data yang akurat dan valid terkait balita dan ibu hamil di Kabupaten Gianyar, maka Status Gizi Kabupaten Gianyar yang dirilis Tahun 2026 nanti merupakan hasil data real sesuai apa yang ada di masyarakat. (bp/jk/ken)













