JAKARTA, Balipolitika.com- Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi memulai karier internasional baru di jajaran pengurus yayasan filantropi terbesar dunia. Pendiri Microsoft, Bill Gates, menunjuk langsung Sri Mulyani sebagai anggota Dewan Pengurus atau Governing Board di Gates Foundation per 12 Januari 2026.
Penunjukan ini merupakan pengakuan global atas rekam jejak panjang Sri Mulyani dalam mengelola kebijakan ekonomi inklusif dan reformasi keuangan. “Saya merasa sangat terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi pada momen penting yang penuh tantangan sekaligus peluang ini,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya.
Sri Mulyani akan membawa pengalaman mendalamnya di bidang keuangan global dan tata kelola pemerintahan untuk mendukung misi kemanusiaan yayasan tersebut. Fokus utama pekerjaannya meliputi upaya penyelamatan nyawa manusia melalui program kesehatan serta peningkatan taraf hidup masyarakat di berbagai negara.
Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat tata kelola yayasan dengan perspektif independen dari sudut pandang ekonomi negara berkembang. “Kepemimpinan Sri Mulyani akan membantu memastikan sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” kata CEO Gates Foundation, Mark Suzman.
Dalam struktur dewan tersebut, Sri Mulyani akan bekerja berdampingan dengan sejumlah tokoh global terkemuka lainnya seperti Ashish Dhawan dan Helene Gayle. Ia akan terlibat langsung dalam merumuskan kebijakan strategis untuk mengalokasikan dana abadi yayasan selama dua dekade mendatang.
Yayasan ini memiliki target ambisius untuk mengakhiri kematian ibu dan bayi serta memberantas berbagai penyakit menular mematikan di seluruh dunia. “Keahlian Sri Mulyani dalam membentuk hasil ekonomi yang adil sangat esensial untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan kami,” jelas Mark Suzman dalam siaran pers global tersebut.
Misi Pengentasan Kemiskinan di Afrika dan India
Penunjukan Sri Mulyani bertepatan dengan langkah restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Gates Foundation untuk memperkuat dampak regional mereka. Yayasan tersebut baru saja membentuk divisi khusus Africa and India Offices (AIO) untuk menangani permasalahan kemiskinan dan kesehatan secara lebih spesifik. Sri Mulyani diprediksi akan memberikan pengaruh besar pada kebijakan pembangunan di wilayah-wilayah yang menjadi prioritas strategis yayasan tersebut. “Saya sangat termotivasi membawa pengalaman kebijakan ekonomi saya ke dalam upaya-upaya penting untuk menyelamatkan nyawa masyarakat dunia,” tutur Sri Mulyani.
Kerja sama antara Sri Mulyani dengan yayasan milik Bill Gates sebenarnya sudah terjalin erat sejak hampir satu dekade yang lalu. Mereka sebelumnya sering berkolaborasi dalam mengeksplorasi penggunaan teknologi baru untuk memperluas peluang ekonomi di negara-negara berkembang. Sri Mulyani melihat posisi barunya ini sebagai kesempatan emas untuk mewariskan dampak nyata yang lebih luas bagi kesejahteraan generasi mendatang. “Filantropi global membutuhkan kepemimpinan kuat yang mengadvokasi kebijakan berbasis pertumbuhan ekonomi inklusif untuk menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Anggota dewan pengurus di Gates Foundation memiliki masa jabatan selama tiga tahun dengan batasan maksimal dua periode berturut-turut. Posisi ini menempatkan tokoh Indonesia dalam lingkaran pengambilan keputusan tertinggi di lembaga filantropi paling berpengaruh di muka bumi. Sri Mulyani dipandang mampu menjembatani kebutuhan negara-negara berkembang dengan visi strategis yayasan dalam menghadapi krisis iklim dan pangan. “Integrasi pengalaman keuangan global dan misi kemanusiaan merupakan kunci untuk menciptakan dunia yang lebih setara dan sejahtera bagi semua orang,” pungkas Sri Mulyani. (BP/CHA).













