DENPASAR, Balipolitika.com– Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 yang diprakarsai Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golongan Karya (DPD I Golkar) Provinsi Bali merupakan respons tumbuh suburnya industri kopi tanah air.
Ketua DPD I Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menilai Provinsi Bali harus ambil bagian seiring posisi Indonesia saat sebagai pemimpin global dengan lebih dari 461.000 kedai kopi pada awal 2026.
Lahirnya sejumlah merk kopi lokal yang mendominasi pasar didukung oleh ekspansi masif ungkap Anggota Komisi VI DPR RI itu idealnya dijadikan momentum oleh generasi muda Bali.
Lebih-lebih ekspansi gerai-gerai kopi lokal dan merk-merk global kini “menyerbu” Pulau Dewata didorong oleh budaya ngopi yang mendarah daging dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat nusantara.
Demer optimistis sektor pertanian kopi di Bali akan melesat bahkan berpeluang melahirkan brand kopi lokal yang mendunia jika digarap serius sebab hari ini kopi bukan sekadar kebutuhan, melainkan menjadi gaya hidup.
”Kopi dari Bali perkembangannya pesat sejak pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu lima tahun, jumlah peminum dan pebisnis kopi meningkat tajam. Jika ini didukung, petani kopi kita akan lebih sejahtera,” ungkapnya di sela acara Golkar Bali Cup Tasters Championship di Kantor DPD Golkar Bali, Jalan Surapati, Minggu, 1 Februari 2026.
Sebagai pecinta kopi, Demer optimis kopi Indonesia, khususnya Bali memiliki daya saing global bersanding dengan kopi asal NTT, Gayo, dan daerah-daerah lain di nusantara.
Melalui Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 ia berharap lahir juara-juara baru yang tidak hanya ahli merasakan kopi, tetapi juga mampu berbisnis sehingga mengurangi ketergantungan pada kopi luar daerah.
Hal ini, menurut Demer, adalah bagian dari strategi substitusi impor agar produk nasional merambah pasar Bali lebih luas.
Lebih lanjut, Demer mendorong BUMN untuk memberikan ruang bagi petani dan pebisnis lokal, seperti penempatan gerai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ia menekankan fungsi BUMN sebagai agent of development untuk mempromosikan produk lokal ke dunia internasional.
Demer sendiri mengaku tengah mengembangkan varietas kopi langka di kampung halamannya, Desa Tajun, Buleleng yang berada di dataran tinggi.
Soal motif politik di balik event Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Demer menyebut kerja politik bukan hanya soal perekrutan kader, melainkan tentang membangun persepsi dan simpati masyarakat.
Ia berpandangan, masa depan bisnis kopi sangat cerah karena berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.
“Jika simpati masyarakat meningkat melalui program yang bermanfaat, tentu hasilnya akan terlihat pada kenaikan suara Golkar di Pemilu nanti,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam upaya mencetak generasi muda terampil, Partai Golkar Bali menyasar sektor ekonomi kreatif, khususnya industri kopi, khususnya cup tasters atau cupers.
Lewat Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, parpol berlogo “Beringin” ingin melahirkan para profesional dengan kemampuan sensorik tajam dalam menilai aroma, rasa, dan kualitas kopi melalui teknik cupping.
Demer menyebut cup tasters menjadi elemen penting dalam rantai industri kopi modern karena merekalah yang mampu mengidentifikasi profil rasa, karakter kopi, hingga mendeteksi cacat pada seduhan kopi secara presisi.
Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan yang akan digelar secara bertahap di sembilan kabupaten/kota se-Bali dimulai dari Kota Denpasar sebagai titik awal estafet pencarian bakat.
“Dari satu kota ke sembilan kabupaten, Golkar Bali hadir membawa semangat kompetisi, pembinaan, dan lahirnya generasi cup taster Bali yang siap melangkah lebih jauh,” ungkap Demer.
Kompetisi perdana akan digelar di Wantilan Sekretariat DPD Partai Golkar Bali, Jalan Suradipa Denpasar, Sabtu, 31 Januari 2026 hingga Minggu, 1 Februari 2026.
Sebanyak 32 cupers akan bertanding di setiap kabupaten/kota di mana akan dipilih empat juara, yakni juara I hingga juara IV.
Selanjutnya tiga terbaik akan melaju ke tingkat provinsi untuk beradu kemampuan dengan para juara dari seluruh Bali.
Pemenang tingkat provinsi nantinya akan difasilitasi untuk mengikuti kompetisi regional di Jakarta.
Kesempatan ini dibuka dengan harapan mampu menembus dan berprestasi di ajang Cup Tasters tingkat nasional hingga internasional. (bp/ken)













