DENPASAR,Balipolitika.com– Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri alias Megawati Soekarno Putri (78 tahun) menghadiri Puncak Karya Pelebon, Ni Jero Samiarsa, Ibunda Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Jero Gede Penatih, Senin, 4 Agustus 2025.
Presiden Indonesia ke-5 masa bakti 2001-2004 yang kembali dikukuhkan sebagai Ketum PDI Perjuangan dalam Kongres VI PDI Perjuangan di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu, 2 Agustus 2025 itu hadir bersama sang putra sekaligus Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital DPP PDI Perjuangan, Muhammad Prananda Prabowo.
Disambut I Gusti Ngurah Jaya Negara dan sang istri, Ni Sagung Made Antari, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, serta sang suami Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Megawati Soekarnoputri tampak mengenakan pakaian kebaya putih, demikian juga Prananda Prabowo; lengkap dengan destar alias udeng hitam simbol berduka.
Istri Prananda Prabowo, yakni Nancy Prananda juga mengenakan kebaya warna putih.
Hari ini, puncak upacara Pelebon Ni Jero Samiarsa akan digelar di Setra Desa Peninjoan, Jalan Padma.
Di kawasan Jero Gede Penatih, berbagai piranti upakara turut disiapkan di mana selain banten, juga tampak Bade Batur Sari, Petulangan Lembu Istri Hitam, Ogoh-Ogoh Cupak, serta piranti lainya yang akan digunakan untuk puncak Karya Pelebon.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa segala persiapan terus dioptimalkan menjelang puncak karya.
Persiapan ini dilaksanakan secara bergotong royong bersama seluruh elemen masyarakat, baik warga Banjar Saba, braya, semeton hingga pengayah-pengayah yang secara sukarela hadir.
“Pertama harapan kami upakara ibunda kami ini bisa berjalan lancar, dan yang kedua kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak dalam menyukseskan Upakara ini, terima kasih, dan semoga berjalan lancar,” ujar Jaya Negara.
Pihaknya juga mohon permakluman serta memohon maaf kepada masyarakat yang biasa beraktivitas di kawasan Jalan Padma, Penatih, terlebih puncak acara akan berlangsung pada hari Senin, 4 Agustus 2025 sehingga sudah pasti akan menimbulkan kepadatan serta krodit berlalu lintas.
“Kami sekeluarga mohon maaf, bilamana dalam prosesi ini mengganggu aktivitas masyarakat, atas permakluman tersebut kami menyampaikan terima kasih,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara mengenang sosok sang ibu sebagai sosok perempuan tangguh yang membesarkan anak-anaknya setelah sang suami wafat tahun 1986 atau 39 tahun silam.
Untuk menghidupi keluarga, almarhum aktif sebagai serati banten, pekerjaan yang ditekuninya selama bertahun-tahun dan turut memberdayakan delapan orang pekerja banten.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, doa dan ucapan duka cita semua pihak, semoga ibunda kami mendapatkan tempat terbaik, rahayu,” ujar Jaya Negara.
Jero Samiarsa berpulang di usia 90 tahun. Almarhum menikah dengan Gusti Ngurah Gde Sutedja dan memiliki 9 orang anak.
Dari 9 anak, tiga di antaranya terjun ke dunia politik dan sukses. I Gusti Ngurah Jaya Negara menjadi Wali Kota Denpasar, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menjadi Menteri PPPA Periode Tahun 2019-2024, dan I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya menjadi anggota DPRD Provinsi Bali 2024-2029. (bp/ken)













