BALI, Balipolitika.com – Insiden kebakaran melanda rumah I Ketut Sudiarsa (61) di Perumahan Taman Griya, Jalan Danau Beratan Timur No. 18, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (16/7) malam.
Api yang dugaan kuat bersumber dari hubungan arus pendek, atau korsleting listrik di kamar pembantu tersebut menghanguskan 4 ruang. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini pertama kali, istri korban, Ni Made Artini (61), sadari sekitar pukul 19.58 WITA. Saat sedang beraktivitas di dapur, Artini mencium bau menyengat yang tidak biasa.
Awalnya, ia mengira bau tersebut berasal dari kepulan asap warga yang sedang membakar sampah di lingkungan sekitar, atau dari masakan suaminya.
Namun, rasa curiga yang semakin kuat mendorongnya untuk memeriksa area belakang rumah. Begitu melangkah ke bagian belakang, Artini terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan melahap atap bangunan.
Dalam kondisi panik, ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar dan bergegas mencari suaminya yang saat itu tengah beristirahat di dalam kamar depan.
Mendengar laporan istri, Sudiarsa bergegas keluar untuk memastikan situasi. Sudiarsa mendapati tiga kamar di bagian belakang rumahnya sudah terkepung api.
Sudiarsa kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung untuk meminta bantuan darurat. Sembari menunggu Damkar, Sudiarsa bersama anggota keluarga dan bantuan warga gotong-royong melakukan upaya pemadaman.
Menggunakan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyiram area perbatasan bangunan agar api tidak merembet ke kompleks perumahan padat penduduk di sekitarnya. Upaya penjinakan api berlangsung cepat berkat respons sigap dari tim pemadam.
Sebanyak 5 unit armada pemadam kebakaran, yang terdiri dari 1 unit Damkar BPG, 1 unit Damkar ITDC, 2 unit Damkar Majapahit, dan 1 unit Damkar Kunti, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.05 WITA.
Petugas langsung melokalisir titik api, lanjut dengan proses pendinginan secara intensif guna memastikan tidak ada api tersisa.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memaparkan area yang terbakar merupakan bangunan ukuran sekitar 16×8 meter persegi yang mencakup 4 kamar utama di bagian belakang. Ruang yang hangus, meliputi 1 kamar tidur yang asisten rumah tangga huni, dan 2 ruang gudang penyimpanan barang.
“Di dalamnya terdapat peralatan persembahyangan, alat katering, kasur, lemari, suku cadang motor, hingga AC bekas,” jelas Iptu Adi Saputra, pada Jumat (17/7).
Insiden ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Saat kejadian, seluruh penghuni rumah menyelamatkan diri. Namun, kerugian materiil tergolong cukup besar akibat banyaknya barang berharga di dalam gudang yang ikut terpanggang.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal dan keterangan para saksi mengarah pada instalasi arus listrik di salah satu ruangan bagian belakang. (BP/OKA)





