Mochamad Chazienul Ulum
-
Sastra
Parade Puisi Anto Narasoma, Ida Bagus Putu Widhy Wardhana, Mochamad Chazienul Ulum
ANTO NARASOMA Catatan Terakhirmu, Ibu kau bawa senyum itu, setelah usiamu rindu ke kampung keabadian yang lama tak memberi kabar…
-
ESAI
Bencana Sumatera: Refleksi Keserakahan Elit yang Merusak
Izin Pembunuhan Ekosistem? Banjir bandang dan tanah longsor yang memorak-porandakan wilayah Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,…
-
Esai
Dari Tangier ke Nusantara: Filosofi Ibnu Batutah, Sang Penjelajah Legendaris
Traveling…it leaves you speechless, then turns you into a storyteller. (Ibnu Batutah) Ibnu Batutah, nama yang digaungkan sebagai penjelajah…
-
Sastra
Topeng, Cermin, dan Kepingan Diri
You wear a mask for so long, you forget who you were beneath it. (Alan Moore) DI JALANAN metropolitan ini,…
-
Esai
Sindrom Kalkun Thanksgiving: Mengapa Kita Dikejutkan oleh ‘Angsa Hitam’?
“Bayangkan seekor kalkun yang diberi makan setiap hari. Ini akan memperkuat keyakinannya bahwa aturan umum kehidupan adalah pemberian makan setiap…
-
Esai
Ketegangan Abadi: Harapan Sejati di Tengah Deru Mesin Peradaban
“Every moment existence confronts us with the alternatives of resurrection or death; every moment we give an answer. This answer…
-
Esai
Ketika Logika Pasar Menjajah Kampus
DULU, jauh sebelum berbagai dinamika modern muncul, pendidikan (terutama di tingkat universitas) adalah hak dan investasi kolektif masyarakat, bukan semata-mata…
-
Esai
Mengungkap Sindrom Nekrofilia
Necrophilia in the characterological sense can be described as the passionate attraction to all that is dead, decayed, putrid, sickly;…
-
Sastra
Balada Mantra Pembungkam
DI NEGERI Gemah Ripah Loh Jinawi, hiduplah rakyat yang lihai sekali berbisik. Bukan karena bisikan itu indah, tapi karena, “Ssst!…
-
Sastra
Ketika Magenta Berani Melepas Jemari
DUNIA bergemuruh, sebuah dengungan familiar dan konstan di bawah jemari Magenta. Layar-layar menyala, notifikasi berbunyi, dan guliran tak berujung di…









