Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Mochamad Chazienul Ulum

  • Esai

    DARI SEKUNTUM LILY HINGGA SEBATANG LIPSTIK

    “If you have two loaves of bread, sell one and buy a lily.” — Elbert Hubbard KUTIPAN ini mengingatkan kita bahwa…

  • Sastra

    SEDUHAN ELEGI KEJAYAAN

    “Kopi jatuh ke dalam perutmu, dan seketika itu pula kekacauan umum terjadi. Gagasan-gagasan mulai bergerak bagaikan batalion-batalion besar tentara di…

  • Esai

    OBITUARI JÜRGEN HABERMAS (1929–2026)

    “Demokrasi bergantung pada keyakinan bahwa kita dapat saling meyakinkan satu sama lain melalui bahasa, bukan melalui manipulasi atau paksaan…”  …

  • Esai

    IBNU SINA, SANG MAESTRO PERADABAN ISLAM

    Anxiety is half of disease, calmness is half of medicine, and patience is the first step to healing. (Ibnu Sina)…

  • Esai

    Ketika Kosmetik Verbal Membius Nalar Publik

    “Bahasa politik dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan menjadi terhormat, serta untuk memberikan kesan seolah-olah angin kosong memiliki…

  • Sastra

    GRAVITASI HENING

    Keheningan bukanlah ketiadaan suara, melainkan hadirnya kedamaian yang tak tergoyahkan. — Mahatma Gandhi   Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang…

  • Sastra

    IKHTIAR KELUAR DARI LABIRIN ALIENASI

    Bukan Sekadar ‘Sekrup Peradaban’ Dalam pusaran kehidupan masyarakat modern yang serba cepat dan kerap kali mekanistis, manusia sering kali terjebak…

  • Sastra

    Ritual Suci di Trotoar Kota

    “Kehidupan yang tercerahkan bukan tentang melakukan hal-hal luar biasa, melainkan tentang melakukan hal-hal biasa dengan kesadaran yang luar biasa.”  …

  • Esai

    Topeng Dylan, Baja Hemingway, dan Cahaya Tagore

    The wound is the place where the Light enters you (Jalaluddin Rumi)   Panggung Tiga Maestro Ibaratkan dunia yang kita…

  • Esai

    Neruda dan Deklarasi Cinta

    BARANGKALI puisi ‘If You Forget Me’ adalah deklarasi ganda: sebuah ‘janji dedikasi’, sekaligus ‘ultimatum bermartabat’. Pablo Neruda, dalam baitnya yang…

Back to top button

Konten dilindungi!