PERSIAPAKAN: Koster dan Luhut. (Sumber: Istimewa)
DENPASAR, Balipolitika.com — Pemerintah Provinsi Bali mulai mempercepat langkah menuju sistem pemerintahan berbasis digital. Gubernur Bali, Wayan Koster, menggelar rapat khusus terkait penerapan Government Technology (GovTech) bersama jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Bali, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Luhut Binsar Pandjaitan yang selama ini dikenal aktif mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan. Kehadiran Luhut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Bali akan dijadikan salah satu daerah percontohan modernisasi tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Dalam pembahasan itu, digitalisasi pelayanan publik menjadi fokus utama. Pemerintah daerah didorong untuk membangun sistem birokrasi yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi antarinstansi. Mulai dari layanan administrasi masyarakat, pengelolaan data pemerintahan, hingga sistem pengawasan berbasis digital disebut akan masuk dalam tahap penguatan.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin efektif dan efisien. Selain memangkas proses birokrasi yang panjang, penerapan GovTech juga diharapkan mampu meminimalisir praktik penyalahgunaan kewenangan serta memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar salah satu peserta rapat yang hadir dalam pembahasan tersebut.
Bali sendiri dinilai memiliki peluang besar menjadi daerah dengan sistem pemerintahan digital paling maju di Indonesia. Selain didukung infrastruktur pariwisata dan konektivitas yang kuat, Pulau Dewata juga mulai diarahkan menjadi pusat pengembangan ekonomi digital dan smart governance.
Di sisi lain, percepatan digitalisasi pemerintahan diperkirakan akan berdampak langsung terhadap pola pelayanan masyarakat di tingkat daerah. Warga nantinya diproyeksikan dapat mengakses berbagai layanan publik secara lebih mudah melalui sistem terpadu berbasis teknologi.
Pertemuan antara Koster dan Luhut itu pun langsung menjadi perhatian publik, terutama karena berlangsung di tengah meningkatnya dorongan pemerintah pusat terhadap reformasi birokrasi digital nasional. (bp/gk)













