BALI, Balipolitika.com – Saraswati sebentar lagi, yakni pada tanggal 6 September 2025. Lalu apa makna Saraswati?
Dewi Saraswati memiliki latar belakang sejarah yang sangat penting. Sebab dalam pustaka suci Weda, bahwa awal mulanya Saraswati adalah nama sebuah sungai. Hal ini kerap ada dalam syair-syair pujaan.
Saraswati juga pada mulanya adalah salah satu batas, dari Brahmavartta atau asal bangsa Arya yang berwujud sungai.
Saraswati memiliki banyak kekuatan, sebagai pusat kesuburan dan kesucian. Selain itu, Saraswati sebagai dewi bahasa, yakni sebagai penemu bahasa Sansekerta dan huruf Dewanagari. Pelindung dari kesenian dan ilmu pengetahuan.
Sehingga pada intinya, upacara piodalan Saraswati setiap enam bulan sekali oleh umat Hindu yakni pada Sabtu Umanis Watugunung.
Perayaan upacara piodalan Saraswati, oleh umat Hindu berada memiliki makna sangat penting dalam kehidupan.
Khususnya sebagai upaya meningkatkan kecerdasan, dan upaya pemantapan kebijakan dalam berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat atau berperilaku yang baik.
Baik oleh umat Hindu di Bali maupun di Indonesia. Perayaan Saraswati, mengakar pada setiap aktivitas keagamaan guna mewujudkan hidup cerdas, arif dan membentuk insan yang suputra.
Sehingga Saraswati bukan hanya perayaan bagi anak sekolahan saja, melainkan harus di dalami oleh semua orang baik muda dan tua.
Di mana ajaran Weda turun ke bumi, mencerdaskan dan menjauhkan manusia dari kebodohan. Biasanya pada hari suci Saraswati ada rembug sastra, yang bertujuan mengkaji dan membahas serta mendiskusikan makna atau hakekat perayaan Saraswati itu sendiri.
Intinya tentu saja menuju kearifan dalam hidup dan mencapai kebahagiaan serta kebijaksanaan. Pada bagian lain, kerap juga dengan matembang atau magegitan oleh umat Hindu yang pandai bernyanyi lagu atau prosa Bahasa Bali dan Jawa Kuna.
Membaca sloka, kekawin, mageguritan dan lain sebagainya. Melantunkan lagu-lagu keagamaan yang indah dan enak di dengar.
Berikut adalah jadwal upacara dan rahinan Hindu selama bulan September 2025:
– Rahinan Awal Bulan
– 2 September 2025: Paid-Paidan
– 3 September 2025: Hari Urip
– 4 September 2025: Hari Patetegan
– 5 September 2025: Hari Pangredanaan (persiapan menyambut Hari Saraswati)
– Hari Raya Besar
– 6 September 2025: Hari Raya Saraswati (perayaan turunnya ilmu pengetahuan, upacara selamatan terhadap pustaka/kitab)
– 10 September 2025: Pagerwesi (hari payogan Hyang Pramesti Guru, keselamatan alam beserta isinya)
– Purnama dan Tilem
– 7 September 2025: Purnama dan Banyu Pinaruh (mohon anugerah Sang Hyang Saraswati)
– 22 September 2025: Tilem
– Rahinan Lainnya
– 8 September 2025: Soma Ribek (penghormatan terhadap beras dan padi, pemujaan Dewi Sri)
– 9 September 2025: Sabuh Mas (pemujaan Hyang Mahadewa, bersyukur atas harta dan barang berharga)
– 15 September 2025: Tumpek Landep (upacara selamatan terhadap alat tajam/senjata, memohon kehadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati)
– 20 September 2025: Redite Umanis Ukir (persembahan kehadapan Bhatara Guru)
– 24 September 2025: Buda Wage Ukir (persembahan terhadap Sang Hyang Sri Nini, tidak baik untuk membayar sesuatu)
– 26 September 2025: Hari Bhatara Sri
– 30 September 2025: Kajeng Keliwon Enyitan dan Anggara Kasih Kulantir (pemujaan kehadapan Bhatara Mahadewa)
BP/OKA













