BALI, Balipolitika.com – Seorang pria asal Malang, Jawa Timur bernama Sugeng Supriadi (49) tewas tenggelam di DAM Subak Tegan, Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (17/4) pagi.
Peristiwa tenggelam ini dugaan kuat merupakan kecelakaan. Korban terjatuh ke aliran DAM dalam kondisi gelap dan di bawah pengaruh minuman keras.
Informasi sebelum kejadian korban sempat minum minuman beralkohol. Sekitar pukul 01.00 Wita, korban bersama seorang saksi perempuan, Istiqhomah (29) minum minuman beralkohol di kawasan Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
Setelah itu, korban mengantar saksi pulang ke kos di Banjar Panglan. Namun setibanya di lokasi, keduanya kembali keluar untuk mencari makan.
Saat itu, Sugeng keluar dan mengajak Istiqhomah makan mie di sekitar DAM Subak Tegan. Karena kondisi lokasi gelap dan sepi, Istiqhomah mengaku takut dan memilih meninggalkan Sugeng dengan alasan pacarnya menjemput.
Tak lama setelah berjalan menjauh, dia pun mengaku mendengar teriakan Sugeng jatuh. Namun saat kembali ke lokasi, dia sudah tidak ada di lokasi semula.
Lihat kejadian itu, Istiqhomah langsung menghubungi rekannya, Kade Surya Adi Saputra (31), yang langsung menuju lokasi dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Ps Kasi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menyebutkan saat menerima laporan tim gabungan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
Selain itu juga bersama Tim Basarnas Bali yang tiba sekitar pukul 05.20 Wita langsung melakukan pencarian.
“Setelah upaya penyisiran dan penyelaman, korban akhirnya ketemu pada pukul 06.40 Wita dalam kondisi tersangkut di aliran sungai,” ujarnya.
Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 04.00 WITA dari Polsek Mengwi, Gede Artawan. Dari keterangan saksi mata, estimasi kejadian kurang lebih pukul 02.00 WITA.
Merespon laporan kejadian, 8 orang personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera mempersiapkan peralatan untuk turun mencari korban.
Pada pukul 06.00 WITA, satu orang personel dengan menggunakan kelengkapan selam mencari di seputaran pintu air bendungan, di ketinggian air 3 hingga 4 meter. Hasil penyelaman masih nihil.
Selanjutnya penyisiran menuju hilir dan akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Posisi jasad korban pada kedalaman kira-kira sepaha orang dewasa dan masih menggunakan pakaian lengkap.
Lokasi penemuan berjarak lebih kurang 15 meter dari posisi korban terjatuh. Kemudian mayatnya terbawa ke RS Mangusada menggunakan ambulans. Dari hasil penyelidikan awal, identifikasi Polres Badung menduga korban terjatuh akibat kehilangan keseimbangan.
Kendati demikian kasus ini pun masuk sebagai kecelakaan. Namun kata dia, aparat Polres Badung masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut. (BP/OKA)







