TABANAN, Balipolitika.com- Lakalantas Sehari di Tabanan. Kepolisian Resor Tabanan menangani dua kecelakaan lalu lintas fatal yang terjadi secara beruntun di jalur nasional Denpasar menuju Gilimanuk. Insiden pertama melibatkan tabrakan adu banteng antara mobil pikap dan truk di wilayah Kecamatan Selemadeg pada Rabu (15/4/2026) sore. Sementara itu kecelakaan kedua terjadi akibat truk rem blong yang menghantam pemotor di Selemadeg Barat hingga menewaskan seorang pelajar, siang harinya.
“Kami segera menerjunkan sejumlah personel ke lokasi kejadian setelah menerima laporan warga untuk melakukan proses evakuasi korban,” kata Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Kecelakaan pertama bermula ketika mobil pikap Daihatsu bernomor polisi DK 8414 DH melaju kencang dari arah timur menuju barat. Pengemudi pikap mencoba menyalip kendaraan di depannya namun justru masuk ke jalur berlawanan dalam posisi yang sangat berbahaya. Pada saat yang sama sebuah truk Mitsubishi datang dari arah barat sehingga tabrakan keras tidak dapat terhindarkan lagi.
“Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan kronologi pasti serta mengidentifikasi korban yang meninggal dunia,” ujar Berata.
Pengemudi pikap yang belum teridentifikasi identitasnya itu meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka yang sangat parah. Tubuh korban sempat terjepit di kabin depan kendaraan yang ringsek total sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan oleh warga sekitar. Sementara itu sopir truk Mitsubishi bernama Ahmad Yuana dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa mengalami cedera yang serius.
“Benturan terjadi sangat keras hingga suara dentuman terdengar jelas oleh warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi pencucian mobil,” tutur Faisal Saiful, salah seorang saksi mata yang berada di tempat kejadian saat kecelakaan berlangsung.
Hanya berselang beberapa jam kecelakaan maut kembali terjadi di tanjakan yang melibatkan truk Isuzu dan sepeda motor. Truk putih tersebut diduga mengalami kegagalan fungsi rem saat meluncur di turunan tajam dari arah utara menuju selatan. Sopir truk kemudian membanting kemudi ke kanan jalan guna menghindari kecelakaan yang lebih besar dengan kendaraan di depannya.
“Personel kepolisian di lapangan menemukan satu korban anak kecil sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat benturan yang sangat keras,” kata Berata lagi.
Nahas manuver truk tersebut justru menghantam sepeda motor Honda Vario yang sedang melaju perlahan dari arah bawah menuju atas. Penumpang motor bernama Kadek Wahyu Dipa Pramana yang baru berumur sepuluh tahun tewas seketika karena mengalami cedera kepala. Ayah korban yang mengendarai sepeda motor tersebut berhasil selamat namun menderita luka lecet dan trauma yang cukup berat.
“Tim medis langsung membawa jenazah korban menuju puskesmas terdekat sembari memberikan perawatan intensif kepada pengendara motor yang mengalami trauma,” tutur polisi dengan tiga balok di pundaknya itu.
Sopir truk bernama Hanifa Prastiko bersama kernetnya juga harus menjalani perawatan medis karena menderita sejumlah luka robek pada bagian kaki. Truk baru berhenti setelah menghantam tebing di sisi jalan hingga menyebabkan kerusakan material yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Polisi kini tengah mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk keperluan proses penyelidikan lebih lanjut.
“Sopir dan kernet truk saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Selemadeg Barat karena menderita luka robek yang cukup lebar,” ucapnya.
Kepolisian mengimbau para pengendara agar lebih waspada saat melintasi jalur Selemadeg yang memiliki banyak tikungan serta tanjakan curam. Pengecekan kondisi fisik kendaraan secara rutin sangat penting guna mencegah terjadinya kegagalan fungsi teknis seperti rem blong saat perjalanan. Disiplin dalam berlalu lintas menjadi faktor utama untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya di Bali.
“Masyarakat harus lebih sabar dalam berkendara dan jangan memaksakan diri menyalip jika ruang jalan tidak tersedia dengan cukup luas,” kata Berata. (BP/CHA).








