JAKARTA, Balipolitika.com– Kontingen tinju Bali meraih hasil maksimal dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) yang digelar Kamis hingga Sabtu, 12-14 Februari 2026 di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Ragunan.
Dari lima petinju yang diturunkan, empat atlet berhasil mempersembahkan medali untuk Bali.
Kepala Pelatih Tinju Bali, Cornelis Kwangu Langu menjelaskan satu medali emas diraih oleh Pangeran Februzio yang turun di kelas 60 kilogram U19.
Sementara dua medali perak masing-masing disumbangkan Mario Vegas di kelas 60 kilogram U19 dan Marlon di kelas 50 kilogram senior.
Terakhir, medali perunggu diraih Baptista yang berlaga di kelas 50 kilogram U19.
Satu petinju Bali lainnya, Jeklin yang bertanding di kelas 60 kilogram senior U23, harus terhenti di babak perempat final setelah kalah dari petinju DKI Jakarta.
Meski demikian, Cornelis menilai capaian tersebut sudah sesuai dengan target yang ditetapkan tim pelatih.
“Kami mengirim lima atlet dan empat di antaranya pulang membawa medali. Secara hasil, ini sudah sesuai target dan menunjukkan progres pembinaan tinju Bali,” ujar Cornelis.
Ia menambahkan dari Kejurnas ini, petinju Bali masuk dalam tiga besar terbaik se-Indonesia bersama dengan DKI Jakarta dan Sulawesi Utara (Sulut).
Bebernya Kejurnas Perbati ini memiliki arti strategis karena menjadi ajang seleksi menuju Kejuaraan Asia U19 dan U23 yang akan digelar Juli 2026 dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Selain itu, ajang ini juga menjadi pintu awal seleksi menuju Asian Games 2026 di Jepang serta target jangka panjang Olimpiade Los Angeles 2028.
Meski target medali tercapai, Cornelis menegaskan evaluasi tetap menjadi fokus utama.
Menurutnya, para atlet masih perlu pendalaman pada aspek teknik dan taktik bertanding di dalam ring, termasuk penguatan strategi menghadapi lawan dengan gaya bertinju berbeda.
“Kami tidak hanya bicara medali. Evaluasi teknik, taktik, dan strategi bertanding tetap menjadi prioritas agar atlet Bali bisa bersaing di level Asia bahkan dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Perbati Bali yang juga Penasehat Pengurus Besar Perbati, Made Muliawan Arya alias De Gadjah memberikan apresiasi atas perjuangan para petinju Bali.
De Gadjah menilai hasil kejurnas ini menjadi bukti bahwa pembinaan tinju di Bali berjalan ke arah yang benar.
“Ini harus dijaga dengan pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.
De Gadjah menambahkan Perbati Bali berkomitmen mendukung penuh program pelatihan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Konsistensi latihan, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan sarana tegas De Gadjah menjadi kunci menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Kami di Perbati Bali akan terus mendorong pembinaan yang terarah. Target kita jelas, atlet Bali harus mampu menembus level Asia, Asian Games, hingga Olimpiade,” tegasnya. (bp/ken)













