BADUNG, Balipolitika.com– Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Kabupaten Badung di bawah komando I Wayan Disel Astawa menggelar Pendidikan Politik (Dikpol) Tahap II bertema “Peningkatan Kualitas dan Loyalitas Kader dalam Menyukseskan Program Pemerintah Prabowo-Gibran di Kabupaten Badung” di Warung D’Dangin, Sabtu, 27 Desember 2025.
Selain sebagai ajang konsolidasi, momentum politik yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Bali, I Kadek “Rambo” Budi Prasetya, serta Fraksi Gerindra DPRD Badung, yakni I Made Wijaya, I Wayan Puspa Negara, I Gede Aryantha, dan Ida Bagus Gede Putra Manubawa menjadi ajang silaturahmi jelang tutup tahun 2025.
Antusias peserta Pendidikan Politik (Dikpol) DPC Gerindra Badung Tahap II tak hanya tampak nyata melalui yel-yel yang diteriakkan, melainkan kehadiran kaum GenZ atau kader baru parpol berlambang burung garuda berusia 17 hingga 28 tahun alias lahir antara rentang tahun 1997-2012.
Beberapa di antaranya menjawab dengan lugas saat Made Muliawan Arya alias De Gadjah bertanya alasan mereka bergabung menjadi kader Partai Gerindra.
Diwawancarai usai pendidikan politik tersebut, I Wayan Disel Astawa mengapresiasi Panitia Dikpol Tahap II DPC Gerindra Badung yang diketuai I Wayan Puspa Negara.
Koordinasi antara DPC dan PAC Gerindra Badung ungkap I Wayan Disel Astawa melahirkan pembentukan 48 persen ranting yang dominan diisi wajah-wajah “segar” GenZ.
“Kami sangat optimis ke depan Partai Gerindra Badung akan semakin besar ditandai dengan mulai bergeraknya anak-anak ranting yang mulai bergerak. Pada Pendidikan Politik (Dikpol) Tahap II bertema “Peningkatan Kualitas dan Loyalitas Kader dalam Menyukseskan Program Pemerintah Prabowo-Gibran di Kabupaten Badung” hari ini saya melihat banyak kader baru yang bergabung. Mereka sangat antusias dan sangat bersemangat,” ucap politisi asal Desa Ungasan yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali itu.
“Mereka (kader baru, red) tampak percaya diri atas kehadiran Bapak Made Muliawan Arya. Kami tidak berhenti berbenah dan belajar menuju one commando, menebarkan cinta masyarakat terhadap Partai Gerindra di Kabupaten Badung,” imbuhnya.
Terkait persentase Anak Ranting Partai Gerindra yang sementara berjumlah 48 persen, I Wayan Disel Astawa merinci tersebar di 62 desa, tepatnya di 46 desa dan 16 kelurahan.
“Sementara di 6 kecamatan sudah terbentuk 48 persen yang dominan diisi kaum GenZ. Tujuan penyelenggaraan pendidikan politik ini adalah peningkatan kualitas dan loyalitas kader Partai Gerindra di Kabupaten Badung dalam rangka menyukseskan program Prabowo Gibran menuju Indonesia Emas 2045. Ke depan, kami mohon arahan dan bimbingan Bapak Ketua DPD Gerindra dan jajaran,” tegasnya.
Berkat kepercayaan dan antusias masyarakat Gumi Keris, Badung bergabung menjadi keluarga besar Partai Gerindra, I Wayan Disel Astawa berharap dalam hajatan politik Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 atau Pileg 2031, raihan kursi legislatif di DPRD Badung semakin meningkat sehingga program-program konstruktif pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto mampu lebih dimasifkan sekaligus membumi.
“Astungkara berkat program-program nyata Bapak Presiden Prabowo Subianto masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Bali dan Kabupaten Badung mampu terangkat taraf hidupnya menuju Indonesia Emas 2045. Kami berharap raihan kursi Partai Gerindra di DPRD Badung meningkat dari sebelumnya 4 kursi menjadi 10 kursi” tegas I Wayan Disel Astawa.
Terakhir, I Wayan Disel Astawa menekankan pesan Presiden Prabowo Subianto kepada kader Partai Gerindra tanah air.
“Kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah beberapa orang. Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantulah satu orang. Kalau tidak bisa bantu satu orang, janganlah buat orang itu susah,” tegasnya mengulang amanat Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. (bp/ken)













