DENPASAR, Balipolitika.com– Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud), Gung Roman dan Pande Jiyesta (Mapan) menggelar kegiatan diskusi memikat (sikat) di Kampus Fakultas Hukum Jimbaran, Kamis 16 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi wadah dialog terbuka antara calon pemimpin lembaga mahasiswa dengan berbagai elemen mahasiswa dari lintas angkatan, yang hadir untuk menyuarakan beragam isu krusial di lingkungan kampus.
Dalam suasana yang dinamis dan kritis, para peserta diskusi mengajukan sejumlah pertanyaan yang menyoroti problematika internal organisasi mahasiswa.
Salah satu isu yang mencuat adalah terkait praktik perploncoan dalam kegiatan ospek yang dianggap masih menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa baru.
Selain itu, muncul pula sorotan mengenai minimnya transparansi dan kurangnya sosialisasi terkait sistem *Satuan Kredit Prestasi (SKP)*, yang dinilai belum tersampaikan secara merata kepada seluruh mahasiswa.
Tidak berhenti di situ, pertanyaan juga mengarah pada evaluasi terhadap keterlambatan pelaksanaan berbagai kegiatan Lembaga Mahasiswa Fakultas Hukum (LMFH) yang kerap terjadi dan berdampak pada efektivitas program kerja.
Melalui forum sikat ini, Gung Roman dan Pande Jiyesta berupaya memberikan klarifikasi, pandangan, serta komitmen mereka untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Gung Roman menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus kembali pada semangat pelayanan dan kebermanfaatan.
“Kami tidak ingin hanya memimpin, tetapi juga mendengarkan dan bergerak bersama. Setiap kritik dan aspirasi hari ini menjadi bahan refleksi bagi kami untuk memperbaiki sistem yang belum ideal. Kami ingin memastikan bahwa ke depan, BEM bukan sekadar simbol organisasi, tetapi wadah nyata yang menghadirkan perubahan dan rasa memiliki bagi seluruh mahasiswa Fakultas Hukum,” ujar Gung Roman.
Dengan semangat itu, pasangan Mapan berharap dapat membawa perubahan nyata dalam tata kelola lembaga mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Udayana menuju arah yang lebih partisipatif dan progresif. (bp/ken)













