DENPASAR, Balipolitika.com- Ini adalah kisah dari bahaya diet Fruitarian. Kisah tragis wanita Polandia yang tewas di Bali, akibat menjalani diet tersebut.
Kabar duka datang dari Pulau Dewata usai seorang wanita muda ditemukan tewas di tempatnya menginap. Karolina Krzyżak, wanita Polandia berusia dua puluh tujuh tahun, tewas tragis di Bali Utara. Ia meninggal dunia setelah bertahun-tahun menjalani gaya hidup Fruitarian Diet Bali yang sangat ekstrem.
Pola makannya hanya terdiri dari buah mentah sejak usianya masih sembilan belas tahun. Diet ini membuat berat badannya turun drastis hingga di bawah dua puluh tiga kilogram saja.
Karolina dikenal di media sosial sebagai penganut gaya hidup yang disebutnya sebagai makan bersih. Ia meyakini komunitas fruitarian membawa kesucian tubuh serta juga jiwa yang sempurna. Namun, keyakinan kuat itu justru berujung fatal dan menjadi sorotan besar bagi dunia kesehatan. Kasus ini menjadi alarm keras akan bahaya diet Fruitarian yang dikemas sebagai cara hidup sehat.
Mengenal Pola Makan Ekstrem Buah
Lantas, apakah sebenarnya Fruitarian Diet yang membuat Karolina rela mengubah hidupnya secara total? Diet ini adalah pola makan harian yang menerapkan hanya mengonsumsi bahan dasar buah-buahan saja. Untuk menjadi seorang fruitarian, separuh kalori tubuh harus berasal dari buah segar yang mentah. Beberapa sumber mengatakan diet ini umumnya terdiri dari tujuh puluh lima persen buah setiap harinya. Sisa asupan kalori berasal dari sayuran, biji-bijian, dan makanan yang ditanam di tanah.
Meskipun terlihat ekstrem, diet berbasis buah ini memiliki beberapa klaim manfaat yang spesifik bagi tubuh kita. Buah-buahan sangat kaya serat yang membantu melancarkan pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol. Buah beri, prem, dan plum hitam juga kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Ada juga klaim bahwa buah-buahan sitrus diklaim mampu membantu mengatasi masalah bau badan yang sering mengganggu.
Mengintip Risiko Kesehatan Utama
Namun, di balik klaim menawan itu, Risiko Pola Makan Ekstrem ini ternyata sangatlah signifikan dan berbahaya. Bahaya terbesar adalah tubuh akan mengalami Kekurangan Vitamin B12 secara drastis dalam jangka panjang. Sumber alami Vitamin B12 berasal dari produk hewani seperti daging, telur, dan ikan. Padahal B12 sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan juga menjaga kesehatan jantung yang baik.
Selain itu, diet ini minim asupan kalsium dan juga Vitamin D yang penting untuk tulang kuat. Tubuh kita memerlukan nutrisi tersebut tetapi pelaku diet buah menghindari produk susu, keju, dan yoghurt. Bahaya Diet Fruitarian juga berpotensi menyebabkan kesehatan tulang menurun dan memicu anemia yang berkelanjutan. Maka, keseimbangan nutrisi wajib dijaga dan tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
Peringatan Keras Bagi Kita
Kisah tragis Karolina di Bali menjadi peringatan serius tentang risiko pola makan ekstrem ini. Pola makan yang terlalu membatasi jenis asupan justru dapat menyebabkan defisiensi gizi yang berujung fatal. Apalagi jika diet tersebut dilakukan tanpa pengawasan ketat dari dokter profesional yang berwenang. Makanan pedas atau bawang juga dapat berkontribusi pada bau badan karena meningkatkan keringat berlebih.
Jika Anda mempertimbangkan untuk menjalani Fruitarian Diet Bali atau pola makan ketat lain, segera temui dokter ahli gizi. Konsultasikan kondisi tubuh Anda agar diet tidak malah merenggut nyawa seperti kasus Karolina Krzyżak ini. Jangan biarkan keyakinan pada “kesucian” tubuh justru membawa kita pada bahaya. (BP/CHA).













