BALI, Balipolitika.com – Impian masyarakat Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, terkait air bersih nampaknya sudah di depan mata.
Selama bertahun-tahun belum terlayani sambungan air bersih, kini jaringannya akan segera terbangun. Mirisnya, selama ini warga hanya bisa mengandalkan air hujan, dalam penampungan cubang, atau harus membeli air tangki untuk kebutuhan sehari-hari.
Tahun 2025 ini, Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung memastikan akan membangun infrastruktur air bersih di Desa Tanglad, dengan RAB (rancangan anggaran biaya) investasi mencapai Rp4,8 miliar.
Direktur Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin, menjelaskan pembangunan jaringan air bersih di Desa Tanglad sudah berproses.
Mulai dengan uji coba debit di Reservoar 6 di Dusun Caruban, Desa Tanglad dengan melibatkan pihak-pihak terkait seperti PUPR Kabupaten Klungkung , UPT PAM Provinsi Bali dan OP BWS Bali-Penida
“Dari hasil uji debit memanfaatkan sumber mata air Guyangan, debit sekitar 13 liter/detik. Ini memungkinkan melayani 2 desa yang belum terlayani sambungan air bersih di Nusa Penida,” jelas Nyoman Renin.
Dengan biaya investasi tersebut, memungkinkan jaringan air bersih akan melayani semua rumah tangga di Desa Tanglad.
Nanti akan ada jaringan sepanjang sekitar 6 kilometer, menyambungkan jaringan Reservoar 3 di Desa Batukandik menuju ke Reservoar 6 di Desa Tanglad.
“Sosialisasi ke masyarakat akan kami lakukan pada tanggal 25 April 2025 mendatang. Dengan ini kami berharap masyarakat di Desa Tanglad nanti, tidak lagi kesulitan mengakses air bersih. Kami juga terus berupaya optimalkan pelayanan air bersih di Kecamatan Nusa Penida,” jelas Renin.
Perluasan pelayanan air bersih di Kecamatan Nusa Penida ini, menindaklanjuti program prioritas Bupati Klungkung I Made Satria, yang menargetkan seluruh desa di Nusa Penida terlayani air bersih.
Setelah merampungkan jaringan air bersih di Desa Tanglad pada 2025, perluasan layanan akan berlanjut di tahun 2026 menuju Desa Pejukutan.
“Dengan pembangunan jaringan di kedua desa tersebut (Tanglad dan Pejukutan), pada tahun 2026 semua desa di Klungkung terlayani air bersih,” ungkapnya.
Selama ini dua desa di Nusa Penida yakni Desa Tanglad dan Pejukutan belum terlayani air bersih. Mengingat secara geografis, kedua desa tersebut berada di wilayah perbukitan sehingga cukup sulit untuk pendistribusian air bersih ke wilayah tersebut.
Masyarakat setempat harus mengandalkan air hujan dari cubang atau membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun pasca optimaliasi di sumber mata air Guyangan, dan perencanaan pembangunan jaringan baru secara bertahap.
Tahun 2026 memungkinkan kedua wilayah tersebut dan seluruh wilayah di Nusa Penida mendapatkan layanan air bersih. (BP/OKA)













