DENPASAR, Balipolitika.com- Warga di sekitar Dermaga Barat Pelabuhan Benoa mendadak geger setelah menemukan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di sela-sela kapal nelayan. Saksi pertama kali melihat jasad tersebut dalam posisi tertelungkup saat hendak memulai aktivitas pekerjaan rutin di area PT Sumber Nelayan pada Rabu pagi. Penemuan jasad yang belum diketahui identitasnya ini langsung memicu kerumunan ABK dan buruh pelabuhan yang sedang bekerja di sekitar lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan awal mengenai adanya orang meninggal dunia di perairan depan PT Sumber Nelayan pada pukul delapan pagi waktu setempat,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (13/5/2026).
Saksi mata bernama Benidiktus Benyamin Malo mengaku terkejut saat melihat tubuh manusia mengambang di antara celah kapal pada jam delapan pagi. Karyawan bagian mesin tersebut seketika berteriak minta tolong sehingga puluhan anak buah kapal lainnya segera berlari menuju arah suara saksi. Benidiktus memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenali wajah pria malang tersebut meski sering menghabiskan waktu bekerja di dermaga.
“Saksi melihat sesosok laki-laki dalam keadaan terapung saat menuju kapal sehingga ia langsung berteriak meminta pertolongan kepada rekan kerja lainnya,” katanya.
Anggota Satuan Polisi Perairan dan Udara Polda Bali segera merapat ke lokasi penemuan setelah mendapatkan informasi darurat dari masyarakat pelabuhan. Tim Benoa 01 beserta anggota kepolisian lainnya langsung melakukan pengamanan area tempat kejadian perkara guna memudahkan proses evakuasi oleh petugas gabungan. Jasad pria yang kini disebut sebagai Mr. X itu terjepit di antara lambung kapal nelayan dalam kondisi tubuh yang sudah mulai membengkak.
“Personel kepolisian bersama tim SAR langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah mendapatkan informasi valid mengenai adanya jasad yang mengambang tersebut,” tuturnya.
Kondisi fisik korban saat petugas mengangkatnya dari air menunjukkan tanda-tanda kerusakan jaringan kulit pada bagian mulut serta mengeluarkan darah dari kedua mata. Pria tanpa identitas ini mengenakan kaus berwarna hijau tua serta celana jin pendek berwarna biru saat ditemukan oleh tim penyelamat di lokasi. Petugas kepolisian menemukan satu buah telepon genggam merk Vivo beserta alat pengisi daya yang masih tersimpan di dalam saku celana korban.
“Berdasarkan pemeriksaan fisik sementara petugas menemukan satu buah telepon seluler dan alat pengisi daya di dalam saku celana pria tersebut,” jelasnya.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar segera melakukan pemeriksaan luar secara intensif guna mencari tanda-tanda kekerasan fisik atau bekas luka yang mengarah pada tindak pidana. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada bekas penganiayaan maupun luka senjata tajam pada tubuh pria yang diperkirakan berusia dewasa tersebut. Polisi memutuskan untuk segera mengevakuasi jenazah menuju Rumah Sakit Sanglah Denpasar demi keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut atau autopsi mendalam.
“Pemeriksaan awal oleh tim identifikasi menunjukkan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada unsur tindak pidana,” pungkasnya.
Pihak berwenang saat ini terus berupaya mengungkap identitas asli korban melalui pemeriksaan data biometrik maupun penelusuran riwayat pada telepon genggam yang ditemukan. Kepolisian menghimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi kantor polisi terdekat atau mengecek ke ruang jenazah rumah sakit. Penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kematian pria tersebut meskipun dugaan sementara mengarah pada kecelakaan di area dermaga. (BP/CHA).











