Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

15.223 Suara Raib, Mahkota Satria Dikudeta Regep 

Dari 21.190 Jadi 5.967 Suara

MAHKOTA JUARA BERPINDAH: Status sebagai calon legislatif (caleg) pemegang mahkota juara sebagai peraih suara tertinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Mengwi lepas dari tangan I Nyoman Satria, S.Sos ke I Wayan Regep, S.H. di Pileg 2024.

 

BADUNG, Balipolitika.com Status sebagai calon legislatif (caleg) pemegang mahkota juara sebagai peraih suara tertinggi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Mengwi lepas dari tangan I Nyoman Satria, S.Sos.

Meski lolos untuk kelima kalinya ke DPRD Badung, I Nyoman Satria, S.Sos harus menerima kenyataan pahit karena kehilangan sebanyak 15.223 dari total 21.190 suara yang diraihnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 silam. 

Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung di Hotel Aston, Denpasar, Jumat, 1 Maret 2024, kader senior PDI Perjuangan yang duduk sebagai wakil rakyat selama 20 tahun itu dipastikan kembali memperpanjang nafas perjuangannya di Parlemen Bumi Keris untuk masa bakti 2024-2029 berkat raihan 5.967 suara hasil pencoblosan pada Rabu, 14 Februari 2024. 

Capaian 5.967 suara ini membuat status prestisius yang diraih I Nyoman Satria, S.Sos pada Pileg 2019 sebagai caleg tersubur tergeser.

Mahkota juara I Nyoman Satria, S.Sos direbut oleh I Wayan Regep, S.H., petahana PDI Perjuangan yang meraih 12.119 suara Pileg 2024 Dapil Mengwi. 

Berbanding terbalik dengan I Nyoman Satria, S.Sos yang kehilangan sebanyak 15.223 dari total 21.190 suara yang diraihnya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, I Wayan Regep, S.H. justru sukses memperbaiki capaiannya 5 tahun silam.

Total, suara I Wayan Regep, S.H. bertambah sebanyak 3.687 dari sebelumnya meraih 8.432 suara di Pileg 2019. 

Menarik disimak, tak hanya I Nyoman Satria, S.Sos berstatus caleg petahana yang lolos DPRD Badung dengan penurunan raihan jumlah suara di Pileg 2024, melainkan juga I Wayan Edy Sanjaya, I Made Yudana, S.T., dan Drs. I Made Sunarta, M.M., M.Si.

I Wayan Edy Sanjaya petahana PDI Perjuangan kehilangan sebanyak 806 suara atau dari 7.336 suara di Pileg 2019 menjadi 6.530 suara di Pileg 2024.

I Made Yudana, S.T. petahana PDI Perjuangan kehilangan sebanyak 1.857 suara atau dari 6.775 suara di Pileg 2019 menjadi 4.918 suara di Pileg 2024.

Penurunan jumlah suara juga dialami anggota DPRD Badung “abadi” dari Partai Demokrat, yakni Drs. I Made Sunarta, M.M., M.Si.

Wakil Ketua DPRD Badung masa bakti 2019-2024 itu kehilangan sebanyak 928 suara atau dari semula 6.230 suara di Pileg 2019 menjadi 5.302 suara di Pileg 2024.

Hal sebaliknya dialami petahana PDI Perjuangan, yakni I Made Suwardana, S.E. dan Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E.

Sama seperti I Wayan Regep, S.H., keduanya mampu menambah pundi-pundi suaranya di Pileg 2024. 

Suara I Made Suwardana, S.E. bertambah sebanyak 1.690 suara atau dari semula 3.747 di Pileg 2019 menjadi 5.437 suara di Pileg 2024.

Sementara itu, suara Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E. bertambah sebanyak 875 suara atau dari semula 3.734 di Pileg 2019 menjadi 4.609 suara di Pileg 2024.

Adapun dua petahana PDI Perjuangan dari Dapil Mengwi, yakni Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Mengwi, Ida Bagus Alit Arga Patra dan Ni Komang Triani dinyatakan gagal merebut kursi DPRD Badung di Pileg 2024.

Dikonfirmasi terkait raihan suara yang merosot tajam di Pileg 2024, I Nyoman Satria sama sekali tak gentar. 

Politisi kawakan asal Banjar Alangkajeng, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung yang tercatat mengemban amanah sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Mengwi 1997-2002 dan 2002-2005 itu mengaku terharu dengan masyarakat Mengwi yang tidak bergeser memilih dirinya meskipun kini berstatus politisi “kering bansos”.

Bendahara Antar Waktu Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Badung periode 2010-2015 sekaligus Wakil Ketua Bidang Sumber Daya dan Dana Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Badung periode 2010-2015 itu mengaku bersyukur masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat Badung, khususnya Kecamatan Mengwi.

“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya bekerja atas petunjuk dari induk partai. Tidak hanya mengandalkan hibah dan bansos, tapi lebih mengutamakan turun ke bawah untuk bertemu dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Saya berjuang bersama PDI Perjuangan di DPRD Badung sejak tahun 1999. Lolos Pemilu Legislatif 2024 ini periode ke-5 saya duduk di DPRD Badung. Meski tanpa bansos saya tetap lolos barangkali karena dinilai senior dan dibekali pengalaman yang cukup panjang sehingga mungkin masyarakat banyak yang merasa terbantu karena kehadiran saya,” ucap I Nyoman Satria merendah.

Membantu memfasilitasi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara tulus ikhlas tanpa pamrih dalam rentang 20 tahun duduk sebagai wakil rakyat ungkap I Nyoman Satria menjadi investasi nyata saat dirinya tak kecipratan bansos sejak tahun 2022 lalu.

Selain investasi tersebut, terangnya berbuat baik sesuai ajaran Hindu Tri Kaya Parisudha, yakni terkait pikiran, perkataan, dan perbuatan merupakan salah satu pisau bedah yang digunakan masyarakat untuk menilai seorang figur legislator.

“Saya selalu menganut ajaran Tri Kaya Parisudha. Apa yang saya pikirkan itulah ucapan saya. Apa ucapan saya itulah tindakan saya. Jadi antara pikiran, perkataan, dan perbuatan satu. Ini sebagai dasar sehingga bisa panjang nafas saya di DPRD Badung; sehingga bisa 5 periode menjadi anggota dewan. Tidak boleh bohong, tidak boleh mengolok-olok, harus apa adanya,” beber alumnus Program Pascasarjana, Magister Ilmu Administrasi Publik Universitas Negeri Jember Jawa Timur 2002-2004 itu.

I Nyoman Satria merasa bersyukur militansi para pendukungnya selama 20 tahun bersama masih tersisa dan melekat.

“Mereka tidak mau diberikan sesuatu karena mungkin merasa hutang budi kepada saya selama menjadi wakil rakyat. Menghadapi Pemilu 2024, saya bergerak intens di bulan-bulan terakhir.

Intensifnya kira-kira 5-6 bulan terakhir. Namun, yang reguler dalam kapasitas saya sebagai wakil rakyat terus intens tanpa putus-putus. Menyongsong Pileg 2024 ini saya bergerak tanpa bansos APBD Perubahan tahun 2022, Rp0 rupiah; APBD Induk tahun 2023 Rp0 rupiah, APBD Perubahan tahun 2023 Rp0 rupiah, APBD Induk tahun 2024 Rp0 rupiah. 4 kali APBD tanpa hibah,” ungkap I Nyoman Satria.

Karena tanpa suntikan hibah, I Nyoman Satria mengaku tak sedikit para pendukungnya yang beralih ke caleg lain karena lebih memilih “sentuhan” jangka pendek.

Menyikapi hal tersebut, ayah 3 orang anak yang tercatat mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri Mengwi (1971-1977), SMP Negeri Mengwi (1977-1981), dan SMA Negeri Mengwi (1981-1984) mengaku tidak down sama sekali serta memberikan kebebasan berekspresi kepada masyarakat.

“Kalau dari laporan masing-masing tim yang masih militan dengan saya . mereka mendata angka calon pemilih sebanyak 8.200. Dalam perjalanan angka itu hilang karena mungkin mereka melihat kepentingan jangka pendek. Akhirnya sekitar 2.200 hilang. Walaupun hilang dari data alias tidak sesuai target, astungkara saya tetap lolos sebagai anggota DPRD Badung 2024-2029 berdasarkan data sementara dari tim saya,” urai suami Ni Luh Made Kantiasih itu.

Tanpa hibah bansos, namun tetap lolos, I Nyoman Satria menekankan bahwa sangat banyak masyarakat yang masih memiliki hati nurani dalam menentukan aspirasi politiknya.

Seorang politisi bisa lolos menjadi wakil rakyat terangnya murni bergantung sosok individu seseorang.

Buktinya, tak sedikit pula politisi yang menjadi perpanjangan eksekutif untuk menyalurkan bansos milik eksekutif, tapi bertumbangan di Pemilu 2024.

“Hibah bansos bukan satu-satunya penopang suara. Intinya yang penting kita hadir untuk masyarakat tanpa iming-iming apapun; tidak hanya hadir 5 tahun sekali saat pemilu,” tegas eks Operator Import Supplier Wilayah Indonesia B2 Co. Ltd kObe city Japan, Tahun 1998; Komisaris PT. Balioky-International Cargo, Direktur Utama PT. Bali White House Properties, dan Direktur CV. Boy Dua Bali Makmur, Garment & Manufacture, The Owner Bali Green House itu.

Sesuai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perhitungan Perolehan Suara Pemilu 2024 di Tingkat Kabupaten Badung pada Jumat, 1 Maret 2024, berikut nama-nama caleg terpilih yang siap dilantik sebagai anggota DPRD Badung dari Dapil Mengwi untuk masa bakti 2024-2029.

Pertama, I Wayan Regep, S.H. (petahana/PDI Perjuangan/12.119 suara).

Kedua, I Made Rai Wirata, S.H.,M.I.Kom (newcomer/PDI Perjuangan/7.632 suara).

Ketiga, I Putu Sika Adi Putra, S.H. (newcomer/Partai Golongan Karya/7.281 suara).

Keempat, I Wayan Edy Sanjaya (petahana/PDI Perjuangan/6.530 suara).

Kelima, I Nyoman Satria, S.Sos., M.Si. (petahana/PDI Perjuangan/5.967 suara).

Keenam, Drs. I Made Sunarta, M.M., M.Si., (petahana/Partai Demokrat/5.302 suara).

Ketujuh, I Made Suwardana, S.E. (petahana/PDI Perjuangan/5.437 suara).

Kedelapan, I Made Yudana, S.T. (petahana/PDI Perjuangan/4.918).

Kesembilan, Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E (petahana/PDI Perjuangan/4.609 suara).

Kesepuluh, I Made Suparta, S.E. (newcomer/Partai Golongan Karya/4.305 suara).

Kesebelas, Ida Bagus Gede Putra Manubawa (newcomer/Partai Gerakan Indonesia Raya/2.206 suara). (bp/ken)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!