Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

Neng Evi Syamsiah Tolak Cap Caleg Pelengkap

Siap Hadirkan Pelatih Tari di Seluruh Banjar di Bali

NEWCOMER RASA PETAHANA: Neng Evi Syamsiah Caleg DPR RI nomor urut 6 Dapil Bali dari Partai Demokrat.

 

BADUNG, Balipolitika.com Neng Evi Syamsiah mencuri perhatian di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. 

Alat peraga kampanye (APK) Caleg DPR RI nomor urut 6 Dapil Bali dari Partai Demokrat itu membuat geger panggung perpolitikan Pulau Dewata lantaran menampilkan sosok Putu Sudiartana alias Putu Leong yang notabene merupakan “petarung sejati” asli Bumi Keris Badung yang pernah duduk di Komisi III DPR RI dengan raihan 74.834 suara di Pileg 2014 silam. 

Bukan sekadar caleg pelengkap, Neng Evi Syamsiah bersama sang suami diketahui telah menyisir ratusan titik jelang hari pencoblosan pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

Kepada balipolitika.com, perempuan cantik yang hobi mengkonsumsi babi guling itu bahkan mengaku siap lahir batin mewakili aspirasi masyarakat Bali di Senayan.

Mencintai Bali dengan setulus hati, Neng Evi Syamsiah bertekad melestarikan adat dan budaya Bali. 

Mewujudkan visi tersebut, Neng Evi Syamsiah berjuang gigih memperebutkan 1 dari 9 kursi DPR RI Dapil Bali. 

Terangnya, keterwakilan perempuan di Senayan sangat penting mengingat sensitivitas seorang ibu lebih peka memandang setiap persoalan dibandingkan kaum pria.

Nihilnya perwakilan perempuan dari Bali hasil Pileg 2019 diakui anggota Ibu Via, Sekretaris LSM Jarrak, dan Pembina Yayasan Jarrak Bali itu menjadi pendorong utama dirinya terjun ke dunia politik.

Mendapat amanah sebagai Caleg DPR RI nomor urut 6 Dapil Bali dari Partai Demokrat di Pileg 2024, Neng Evi Syamsiah mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk sekuat tenaga turun ke akar rumput menjemput aspirasi rakyat Bali.

Dalam perjuangannya sebagai pendatang baru di panggung politik nasional, khususnya Bali, Neng Evi Syamsiah berpegang pada prinsip yang matang, yakni “Memperbaiki Apa yang Kurang Baik dan Melanjutkan yang Sudah Baik”.

“Saya pastikan diri saya akan concern pada adat dan budaya. Salah satunya dengan menanamkan seni tari sejak usia dini di seluruh wilayah Bali lewat pelatihan-pelatihan seni tari di banjar-banjar. Saya akan menggandeng pemerintah setempat guna memperkuat konsep ajeg Bali dalam pelestarian adat,” ungkap Neng Evi Syamsiah usai menggelar acara bertajuk Pematangan Tim Kemenangan Wilayah Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil Bali, Neng Evi Syamsiah di Badung pada Minggu, 21 Januari 2024.

Neng Evi Syamsiah menilai adat dan budaya Bali wajib dilestarikan sebab tanpa hal tersebut sektor pariwisata Bali tidak akan berkembang pesat hingga mendunia seperti saat ini. 

Upaya memperkuat pondasi budaya Bali ini terangnya sangat penting dilakukan merespons pesatnya kemajuan teknologi yang berdampak pada tergerusnya budaya lokal.

Sadar sepenuhnya dengan kondisi tersebut, Neng Evi Syamsiah bertekad menghadirkan pelatihan seni tari gratis di banjar-banjar se-Bali sejak usia dini hingga dewasa sebagai bentuk pelestarian budaya.

Di tengah dominasi politisi laki-laki di Bali, khususnya untuk kursi DPR RI, Neng Evi Syamsiah mengaku sangat miris lantaran banyak pihak yang memandang kehadiran caleg perempuan sebelah mata.

Menjawab pandangan sebelah mata tersebut, Neng Evi Syamsiah mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Bali membuang jauh-jauh pikiran tersebut dan memposisikan caleg laki-laki dan perempuan sama, khususnya dalam meniti karier politik.

Ia menilai sejatinya peran perempuan lebih menentukan alias strategis sebab kaum ibu terbukti lebih luwes, tak memandang siapa pun, dan ditopang kemampuan diplomasi yang relatif lebih elegan.

“Sejatinya perempuan itu lebih selektif dan ketika turun ke masyarakat kader perempuan lebih diterima,” ucapnya.

“Kan negara sudah memberikan ruang pada kaum perempuan. Maka, kesempatan itu harus kita ambil. Jangan disia-siakan, dan tunjukkan dengan maksimal eksistensi kaum perempuan di dunia politik,” tutup Neng Evi Syamsiah dengan tutur kata yang santun. (bp)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!