BALI, Balipolitika.com – Pemkot Denpasar kini tengah melaksanakan proses pembangunan rumah singgah. Nantinya tempat ini akan jadi rumah terpadu.
Hal itu kata Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Kamis, (21/8). “Saat ini kami sedang berproses untuk rumah singgah. Akan kita jadikan rumah terpadu,” paparnya.
Sehingga nantinya selain untuk memberdayakan masyarakat yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tempat ini juga akan kolaborasi dengan komunitas yang ada.
Ia menyebut jika Rumah Berdaya untuk mereka yang mengalami skizofrenia hingga Graha Nawa Sena untuk penyandang disabilitas akan kolaborasi dengan rumah singgah.
Dengan rumah singgah ini, Pemkot ingin menjadi kota inklusi termasuk bagi penyandang disabilitas. Sebelumnya, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara memaparkan, rumah singgah ini terbangun dengan anggaran hampir Rp 4 miliar.
“Kami bangun rumah singgah ini di Gatot Subroto, dengan biaya hampir Rp 4 miliar,” papar Jaya Negara. Jaya Negara menambahkan, di rumah singgah ini akan ada program Denpasar Menyama Bagia. Termasuk orang yang mengalami gangguan mental juga akan masuk di tempat itu. (BP/OKA)













