Balipolitika.com- Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel akhirnya buka suara terkait keputusan krusial mencoret nama Harry Maguire dari skuad final. Juru taktik asal Jerman tersebut menegaskan bahwa kebijakan ekstrem ini bukan karena sang pemain tampil buruk di lapangan. Keputusan mutlak Tuchel langsung memicu gelombang kritik pedas dari berbagai kalangan pecinta sepak bola di seluruh penjuru Inggris.
“Dia menjalani musim yang luar biasa,” buka manajer Thomas Tuchel saat memberikan klarifikasi resmi mengenai alasan teknis pencoretan bek veteran Manchester United tersebut.
Maguire sebenarnya menunjukkan performa yang sangat impresif dan konsisten bersama Setan Merah sepanjang musim kompetisi ini. Namun eks pelatih Chelsea tersebut memiliki pertimbangan taktis lain yang jauh lebih mendasar dalam menyusun kekuatan lini belakang. Tuchel memilih untuk memercayai deretan bek tengah yang telah mengawal tim nasional sejak periode musim gugur tahun lalu.
“Saya bisa melihat bahwa dia masuk di dalam tim ini namun kami memutuskan untuk tetap bersama bek-bek tengah yang menggendong kami selama periode musim gugur tahun lalu,” sambung Tuchel.
Kebijakan ini diambil demi menjaga keharmonisan serta kepemimpinan yang sudah terbangun kuat di dalam ruang ganti tim nasional. Para pemain bertahan pilihan Tuchel dinilai telah menetapkan standar profesionalisme yang sangat tinggi sepanjang babak kualifikasi bergulir. Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut menyadari sepenuhnya bahwa keputusan akhir ini akan terasa sangat tidak adil bagi sebagian pemain.
“Beberapa di antara mereka adalah sosok pemimpin di ruang ganti kami dan mereka menetapkan standar yang sangat tinggi,” lanjut arsitek taktik berusia 52 tahun tersebut.
Maguire sendiri sempat meluapkan rasa kecewa yang mendalam melalui sebuah pernyataan terbuka di berbagai media massa lokal. Tuchel dapat memaklumi respons emosional tersebut sebagai bentuk kecintaan sang pemain terhadap seragam kebanggaan negaranya yang sangat besar. Kendati demikian pelatih tetap memegang teguh prinsip strategisnya demi meraih prestasi tertinggi pada turnamen akbar musim panas nanti.
“Saya jujur terkejut dengan pernyataannya itu namun saya menghormati karakter dan juga kualitas yang ia miliki,” tuturnya.
Tuchel mengklaim telah berbicara empat mata dengan sang pemain sebelum merilis daftar resmi dua puluh enam nama punggawa. Dalam pertemuan tertutup tersebut sang bek mendapatkan kesempatan luas untuk mengekspresikan seluruh perasaan pribadinya secara langsung di depan pelatih. Langkah komunikasi intensif ini sengaja Tuchel lakukan guna meminimalkan konflik internal yang berpotensi merusak fokus konsentrasi seluruh tim.
“Saya bisa memahami mengapa ia kecewa tidak dipanggil, namun saya masih terkejut karena kami sempat berbicara empat mata,” pungkas Tuchel. (BP/CHA).












