DENPASAR, Balipolitika.com- Teka-teki hilangnya warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav yang sempat viral di media sosial berakhir dengan penemuan jasad mengenaskan. Tim gabungan menemukan potongan tubuh manusia yang tersebar di sepanjang bibir Pantai Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel. Penemuan ini langsung memicu penyelidikan intensif karena adanya kemiripan ciri fisik yang sangat spesifik pada bagian lengan korban.
“Kami menemukan potongan tubuh dengan ciri tato bergambar Bunda Maria dan jam yang identik dengan laporan orang hilang,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, Jumat, 27 Februari 2026.
Petugas kepolisian segera mengevakuasi seluruh bagian tubuh tersebut menuju RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk menjalani proses autopsi mendalam. Tim Inafis Polda Bali bekerja sama dengan Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara secara sangat teliti. Aparat menemukan bagian kepala, kaki, serta organ dalam yang terpisah pada beberapa titik di area muara sungai.
“Seluruh bagian tubuh yang ditemukan sudah kami kirim ke rumah sakit untuk kepentingan identifikasi secara medis,” kata Kombes Pol Ariasandy.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tingkat kemiripan tato pada lengan korban mencapai angka delapan puluh persen dengan foto Ihor. Pemuda berusia dua puluh delapan tahun tersebut sebelumnya dilaporkan menghilang secara misterius di kawasan Jimbaran sejak pertengahan Februari. Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi penemuan potongan tubuh tersebut.
“Kepastian identitas korban tetap harus menunggu hasil resmi uji forensik serta pemeriksaan laboratorium yang sedang berjalan,” tegas perwira menengah kepolisian dengan melati tiga di pundak tersebut.
Penyidik menduga kuat bahwa Ihor Komarav merupakan korban tindak pidana kekerasan berat sebelum jasadnya dibuang ke sungai. Dugaan ini muncul setelah melihat kondisi potongan tubuh yang terlihat sangat rapi dan tersebar secara sengaja. Satuan Reserse Kriminal terus memburu pelaku yang terlibat dalam dugaan penculikan serta pembunuhan keji terhadap warga asing ini.
“Tim penyidik tidak akan berspekulasi sebelum mengantongi bukti kuat melalui metode scientific investigation yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Ariasandy menutup penjelasan mengenai perkembangan kasus ini.
Keluarga Ihor Komarav di Ukraina kabarnya telah mendapatkan informasi mengenai penemuan tragis yang menimpa kerabat mereka di Pulau Dewata. Pihak konsulat jenderal Ukraina juga mulai berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Bali guna memantau jalannya proses hukum ini. Masyarakat setempat berharap agar aparat keamanan segera meringkus pelaku demi menjaga citra pariwisata Bali di mata dunia.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang sedang bekerja,” tambah Ariasandy. (BP/CHA).












