JEMBRANA, Balipolitika.com– Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna membuka Kemah Budaya IX Kabupaten Jembrana Tahun 2025 bertempat di Wantilan Desa Adat Manggissari, Pura Bhujangga Sakti Luwih, Bunut Bolong, Kecamatan Pekutatan, Rabu, 20 Agustus 2025.
Diikuti oleh 60 peserta dari SMA/SMK se-Jembrana, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari hingga 23 Agustus 2025 ini mengambil tema “Taru Pramana” yang berarti kebenaran yang bersumber dari alam.
Adapun lomba-lomba yang diselenggarakan adalah peserta putra dan putri terbaik, lomba bahasa Bali, lomba busana adat, lomba gending rare, lomba karya tulis ilmiah, dan kontingen terbaik.
Ipat sangat mengapresiasi kegiatan kemah budaya ini yang dinilai akan menciptakan pelestari budaya yang bisa menjaga kebudayaan Bali khususnya budaya Jembrana.
“Anak muda adalah pelopor pelestari adat budaya Bali. Ini adalah tugas seumur hidup yang harus kita jalani bersama,” ungkap Ipat.
Sementara itu, Kadek Yudiarta selaku Ketua Panitia menjelaskan tujuan dari kemah budaya ini adalah memberikan ruang bagi generasi muda untuk berinteraksi, memajukan kebudayaan daerah serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi selanjutnya, meningkatkan kesadaran, kecintaan, dan pemahaman generasi muda terhadap budaya bangsa, serta memperkuat identitas dan karakter, melestarikan warisan budaya, mempromosikan nilai-nilai luhur, dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Tak lupa saya ucapkan terima kasi kepada Pemkab Jembrana di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana atas dukungan penuh diselenggarakannya kemah budaya ini,” pungkasnya. (bp/ken)













