DENPASAR, Balipolitika.com- Di tengah tuntutan era modern yang menuntut kesadaran ekologis tinggi, sebuah langkah progresif hadir dari jantung Kota Denpasar.
Melalui pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UNWAR, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa sukses melaksanakan program pemberdayaan bagi Kelompok Tani Bee Jamur di Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.
Melalui pendekatan kolaboratif yang merangkul aspek teknologi produksi, kesehatan pekerja, hingga strategi pemasaran berkelanjutan (sustainable marketing), Universitas Warmadewa hadir untuk menjawab berbagai tantangan zaman.
Kelompok Tani Bee Jamur kini dibekali solusi aplikatif—mulai dari transisi menuju kemasan ramah lingkungan berbahan dasar cassava plastic, peningkatan standar higiene produksi, hingga perluasan pangsa pasar lewat pemanfaatan media sosial secara efektif.
Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi semata, tetapi juga mendorong terbentuknya usaha yang lebih tahan lama melalui sinergi antara inovasi teknologi, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan pendampingan yang intensif, Kelompok Tani Bee Jamur diharapkan mampu menjadi teladan sebagai kelompok usaha yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan.
Sinergi apik antara akademisi dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa dunia kampus tidak hanya berjarak di ruang kuliah, melainkan benar-benar membumi dan memberikan solusi langsung bagi kesejahteraan warga.
Dengan semangat inovasi serta penerapan pemasaran berkelanjutan, Kelompok Tani Bee Jamur kini siap melangkah lebih percaya diri, naik kelas, dan menjadi inspirasi bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Bali.
Melalui program ini, Universitas Warmadewa kembali menegaskan komitmen mulianya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan inovasi solutif yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar. (bp/ken)













