DENPASAR, Balipolitika.com– Sukses kerek raihan kursi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Badung dari 7 ke 11 di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, sosok I Wayan Suyasa terbukti sukses memimpin DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Badung masa bakti 2020-2025.
Tak sekadar sukses menambah kursi, I Wayan Suyasa juga terbukti punya nyali maju sebagai Calon Bupati Badung berpasangan dengan I Putu Alit Yandinata di Pilkada Badung Tahun 2024 di tengah dominasi PDI Perjuangan.
Namun, meskipun terbukti sukses membesarkan partai sekaligus memberikan teladan keberanian maju sebagai Calon Bupati Badung, I Wayan Suyasa ternyata tidak bertahan sebagai nakhoda Golkar Badung.
Puncaknya, I Wayan Suyasa mengundurkan diri sebagai Calon Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Badung yang digelar di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025 lalu.
Pasca Musda XI Golkar Badung, beredar luas informasi di masyarakat bahwa Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Badung nomor urut 01 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Badung 2024, I Wayan Suyasa, S.H dan I Putu Alit Yandinata, S.S., M.A.P. kompak hijrah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Isu itu semakin menguat dari sejumlah foto yang diunggah beberapa kali oleh dedengkot PSI Kabupaten Badung, I Wayan Mudita.
Pertama, pada Minggu, 26 Oktober 2025, I Wayan Mudita mengunggah foto mantan Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Badung sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa bersama sejumlah sosok yang diketahui merupakan punggawa partai politik berlambang gajah tersebut.
“Makan malam bareng teman-teman. NB: saya hanya di belakang,” tulisnya dalam unggahan yang menampilkan I Wayan Suyasa mengepalkan tangan kanan mengenakan kemeja atas putih dan celana jeans biru layaknya anak muda.
Foto kedua diunggah Ketua PSI Badung pada Selasa, 28 Oktober 2025 menampilkan sosok I Putu Alit Yandinata.
Pada foto ini I Putu Alit Yandinata mengenakan warna baju dan bawahan sama dengan 9 orang lainnya dalam foto termasuk I Wayan Mudita, yakni putih hitam.
“Bersama teman-teman dalam suatu acara makan malam di Warung Made Seminyak. NB: saya cuma di samping,” tulis I Wayan Mudita dalam unggahan di media sosial tersebut.
Kode “di belakang” dan “di samping” yang ditulis I Wayan Mudita masing-masing untuk I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata ini diprediksi bertalian dengan posisi duet Suyadinata itu jika bergabung di PSI.
I Wayan Mudita menulis “di belakang” menyiratkan I Wayan Suyasa akan duduk di kepengurusan DPW PSI Provinsi Bali.
Sementara kode “di samping” secara tidak langsung bermakna bahwa I Putu Alit Yandinata akan berada di sebelahnya bersama-sama membesarkan DPD PSI Kabupaten Badung.
Terkait isu santer hijrah ke PSI, baik I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata menyatakan foto-foto yang beredar luas itu hanya kegiatan “makan malam” bersama; keduanya kompak irit bicara.
Untuk kode “di samping” yang secara tidak langsung bermakna bahwa I Putu Alit Yandinata akan berada di sebelahnya bersama-sama membesarkan DPD PSI Kabupaten Badung terbukti dengan terbitnya Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia nomor: 828/SK/DPP/2025 tentang Pencabutan SK Nomor 400/SK/DPP/2024 dan Pengangkatan Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Badung yang ditandatangani Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep dan Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni di mana I Putu Alit Yandinata tercantum sebagai Ketua DPD PSI Badung.
Prediksi untuk kode “di belakang” yang disematkan I Wayan Mudita untuk posisi I Wayan Suyasa pun mendekati kebenaran.
Terbaru, foto I Wayan Suyasa mengenakan baju berlogo gajah bocor ke publik satu frame dengan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, Grace Anastasia Surya Widjaja, S.E. yang notabene adalah kader PSI.
Belum diperoleh konfirmasi resmi dari I Wayan Suyasa terkait logo gajah yang terpampang di dada kirinya tersebut. (bp/ken)












