BULELENG, Balipolitika.com- Warga Kecamatan Sukasada digemparkan oleh penemuan jasad seorang wanita berinisial Komang R di dasar jurang wilayah Desa Pegayaman. Korban yang merupakan warga Desa Gitgit tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa setelah pihak keluarga melaporkannya menghilang sejak dua hari lalu. Tim evakuasi gabungan bekerja keras mengangkat jenazah korban dari kedalaman jurang sedalam empat puluh meter yang memiliki medan sangat terjal.
“Seorang warga akhirnya menemukan korban di dasar jurang Tukad Tangis dengan posisi tertelungkup di atas tumpukan ranting bambu kering,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz saat memberikan keterangan pers, Rabu, 21 Januari 2026.
Penemuan jasad ini bermula saat keluarga korban melakukan penyisiran mandiri pada area perkebunan di sekitar perbatasan Desa Gitgit. Saksi mata terkejut melihat sesosok tubuh yang terbujur kaku di antara bebatuan dan semak belukar pada bagian bawah air terjun. Warga kemudian segera menghubungi aparat Kepolisian Sektor Sukasada untuk mendapatkan bantuan teknis guna mengangkat jenazah korban dari lokasi yang sulit.
“Korban dievakuasi secara gotong royong oleh warga dan kepolisian menuju rumah duka guna menjalani proses pemeriksaan medis lebih lanjut,” kata Iptu Yohana menjelaskan rincian proses evakuasi jenazah yang berlangsung selama beberapa jam.
Pihak kepolisian segera menurunkan tim medis dari Puskesmas II Sukasada untuk melakukan visum luar terhadap jenazah wanita berusia empat puluh tahun tersebut. Tim medis hanya menemukan sejumlah luka lecet ringan yang muncul akibat benturan fisik saat tubuh korban jatuh menghantam dasar jurang Tukad Tangis. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada sekujur tubuh korban setelah melakukan pemeriksaan secara mendalam di rumah duka.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan luka berat melainkan hanya lecet ringan yang diduga murni akibat benturan saat jatuh ke jurang,” tutur Iptu Yohana seraya membacakan rincian hasil pemeriksaan awal dari tim kesehatan di lapangan.
Polisi menduga kuat bahwa korban sengaja melakukan aksi nekat terjun bebas karena merasa tertekan oleh permasalahan pribadi yang sedang ia alami. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima peristiwa memilukan tersebut sebagai sebuah musibah murni dan secara tegas menolak tindakan autopsi lanjutan. Jenazah Komang R kini telah disemayamkan di rumah duka untuk menjalani prosesi pemakaman sesuai dengan tata cara adat istiadat Hindu di Bali.
“Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban oleh pihak kepolisian,” pungkas Iptu Yohana menutup sesi wawancara resmi di hadapan para wartawan cetak dan elektronik.
Kejadian ini menambah deretan panjang kasus kematian tragis di wilayah Kabupaten Buleleng yang memicu keprihatinan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat daerah. Pemerintah setempat mengimbau warga agar selalu menjaga komunikasi antaranggota keluarga guna mencegah terjadinya aksi nekat yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang terdekat terutama saat mereka sedang menghadapi cobaan hidup yang dirasa sangat berat.
“Kami sangat berharap kejadian memilukan seperti ini tidak terulang kembali dan masyarakat bisa lebih saling menjaga satu sama lain,” ucap Iptu Yohana. (BP/CHA).












